Wali Kota Malang Sutiaji (Dok. MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji pastikan membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) parkir. Hal itu menyusul belum ditetapkannya Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Malang Tugu Aneka Usaha (Tunas) yang sebelumnya telah direncanakan, dimana salah satu unitnya adalah mengelola parkir.

Sutiaji menjelaskan, Bagian Hukum Pemerintah Kota Malang dan Dinas Perhubungan sebagai perangkat daerah terkait telah diminta untuk segera merumuskan skema BLUD yang akan digunakan. Dia menargetkan agara BLUD dapat ditetapkan pada 2020 mendatang.

"BLUD parkir akan dibuat secepat mungkin, bagian hukum dan dinas perhubungan harus segera merumuskan," katanya di sela sidang paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan Tiga Perda Kota Malang yang digelar di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (25/11/2019).

Menurutnya, Pemkot Malang akan menerapkan sistem e-parkir untuk kemudian dikelola melalui BLUD. Sistem e-parkir itu sebelumnya sudah direncanakan jauh-jauh hari untuk menangkap potensi parkir di Kota Pendidikan ini.

"Sembari menunggu Tunas, maka akan dibentuk BLUD terlebih dulu agar semua berjalan lebih cepat," terang dia.

Pengelolaan parkir dengan sistem BLUD itu ia sebut cukup efektif. Sehingga, potensi besar yang dimiliki dari sektor parkir dapat segera ditangkap dalam waktu dekat. "Karena potensi parkir di Kota Malang ini sangat besar," jelas dia.

Dia menerangkan, lokasi penerapan e-parkir akan segera ditentukan. Terutama pada kawasan yang berpotensi tinggi. Seperti area perkantoran Pemerintah Kota Malang misalnya. Setelah ada uji coba, maka penetapan sistem e-parkir akan dilaksanakan di banyak kawasan lain.

"Agar segera dipetakan, kawasan mana yang memiliki potensi tinggi untuk diterapkan e-parkir. Sistem ini kami harapkan dapat meningkatkan PAD Kota Malang," pungkasnya.