Ketua Umum PBSI Kota Malang, Herry Mursid (Hendra Saputra)
Ketua Umum PBSI Kota Malang, Herry Mursid (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Ketatnya persaingan akademis membuat bibit-bibit atlet bulu tangkis di Kota Malang sulit berkembang. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Malang mengakui, bahwa Dinas Pendidikan setempat saat ini masih jarang menggelar event atau kerja sama kegiatan untuk pembinaan atlet bulu tangkis usia dini.

Minimnya komunikasi, membuat PBSI kesulitan mengkader atlet muda. Induk organisasi bulu tangkis di 'Bhumi Arema' ini, juga tidak bisa memaksakan keinginan anak untuk memilih antara fokus akademik atau olahraga.

Ketua Umum PBSI Kota Malang Herry Mursid mengungkapkan, pihaknya banyak menerima aduan dari klub-klub yang ada. Mereka mengeluh, karena atletnya sekarang kurang dalam hal porsi latihan. Hal ini karena jadwal sekolah yang setiap hari sangat penuh dan padat. 

Pria yang juga gemar bermain bulu tangkis ini mengungkapkan, bahwa untuk saat ini belum ada kerja sama antara PBSI Kota Malang dengan Dinas Pendidikan. Terutama yang difokuskan untuk dispensasi atlet, ketika tengah melakukan persiapan untuk menghadapi suatu kejuaraan.

Seperti halnya Kejurkot Bulutangkis 2019 yang telah di gelar di GOR Djagung beberapa hari lalu. Sejumlah klub yang turun di kejuaraan tersebut mengeluh karena hanya bisa menurunkan sedikit atlet. Hal itu, imbas dari kurang siapnya atlet dalam latihan karena jadwal sekolah yang padat.

"Dengan Dinas Pendidikan sekarang belum ada kerja sama, karena mereka juga punya agenda sendiri untuk akademisnya. Dinas sekarang juga jarang gelar event, jadi untuk kompetisi atlet usia dini kita di Kota Malang itu memang ngujinya lewat agenda dari PBSI saja," ujar Herry Mursid.

Lalu lantas bagaimana saat ini jika ada atlet yang mengikuti kejuaraan? Herry mengungkapkan, pihaknya sudah membantu untuk meminta dispensasi untuk atlet yang memang mengikuti kejuaraan. Namun hanya saat pertandingan saja, bukan ketika persiapan.

"Jadi kita selama ini kerja samanya hanya sebatas parsial. Jadi misalnya memintakan izin kepada mereka untuk memberi dispensasi pada atlet saat ada kejuaraan kita kirim ke mana. Kita membantu kepada Dinas ke sekolahnya untuk diberikan dispensasi, misal pas ujian dikasih ujian susulan," pungkasnya.