Wakil Wali (Wawali) Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (Dok. MalangTIMES)
Wakil Wali (Wawali) Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wakil Wali (Wawali) Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menegaskan, angka stunting di Kota Pendidikan ini telah mengalami penurunan cukup signifikan. Pernyataan tersebut sekaligus menekankan jika stunting Kota Malang bukan yang tertinggi di Jawa Timur.

"Saya mau meluruskan, jadi angka stunting Kota Malang itu terus menurun, dan masih di bawah rata-rata Jatim ataupun nasional," katanya pada wartawan belum lama ini.

Pria yang akrab disapa Bung Edi itu menegaskan, sampai dengan November 2019, tercatat angka stunting di Kota Malang adalah 19,7 persen. Angka itu pun terus ditekan melalui sederet program yang dijalankan dan melibatkan masyarakat.

Di antaranya melalui kader kesehatan yang tersebar di masing-masing kelurahan. Para kader tersebut akan mendeteksi jumlah ibu hamil di daerahnya masing-masing. Kemudian, akan memberi pantauan serta bantuan sebagaimana yang dibutuhkan dengan melaporkan kepada petugas di Dinas Kesehatan Kota Malang.

"Upaya dilakukan sejak ibu-ibu berencana hamil, kemudian hamil hingga bayi dilahirkan. Tentunya adalah penguatan gizi salah satunya agar tak terjadi stunting," terang politisi Golkar itu.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar menambahkan, saat ini ada kurang lebih 6.541 kader kesehatan yang disebar di seluruh kelurahan di Kota Malang. Dengan estimasi masing-masing posyandu terdiri dari sembilan hingga 10 kader.

Para kader tersebut akan melakukan pemantauan kepada ibu-ibu yang hamil. Monitor pun dilakukan secara berjenjang dari tingkat kelurahan hingga kota. Jika perlu dilakukan pendampingan, maka akan dilakukan pendampingan.

Bukan hanya saat hamil saja, kondisi dan gizi ibu serta anak juga menjadi perhatian saat sudah melahirkan dan tengah menyusui. Kemudian, dilanjutkan pada anak-anak usia sekolah dengan memberi obat cacing dan vitamin. 

Saat remaja akan diberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. "Dan akan ada pendampingan dan penyuluhan bagi calon pengantin," pungkasnya.