Kemeriahan agenda Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Terintegrasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang digelar Dinas Kesehatan Kota Malang yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (tengah) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kemeriahan agenda Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Terintegrasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang digelar Dinas Kesehatan Kota Malang yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (tengah) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pola konsumsi obat-obatan yang sering salah kaprah, mendapat perhatian khusus dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Dalam Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Terintegrasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Dinkes pun memfokuskan sosialisasi berkaitan dengan tata cara meminum obat dengan baik dan benar.

Baca Juga : Lagi, 1 Warga Kota Kediri Terkonfirmasi Positif Covid 19

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Malang, Linda Desrawati menyampaikan, salah satu kesalahan yang hampir selalu tak diperhatikan masyarakat adalah ketika mengkonsumsi antibiotik. Kebanyakan masyarakat berhenti meminum antibiotik tak sesuai anjuran dokter. 

Padahal konsumsi tersebut harusnya dilakukan sebagaimana yang disampaikan dokter melalui resep yang diberikan. "Misal nih, konsumsi antibiotik nggak sampai habis sebagaimana anjuran dan resep dokter. Dengan alasan tubuh sudah enakan, jadi nggak dilanjutkan diminum antibiotiknya," terangnya.

Padahal, lanjutnya, ketika antibiotik tidak dikonsumsi sebagaimana anjuran dokter, akan mengakibatkan resistensi. Ketika penyakit serupa kambuh, maka akan membuat pasien harus menambah dosis obat dan tak lagi bisa mengkonsumsi obat seperti dosis sebelumnya.

Layanan kesehatan gratis Dinas Kesehatan Kota Malang membludak saat dilaksanakan agenda Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Terintegrasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

"Saat terjadi resistensi, artinya sebelumnya kuman hanya pingsan. Saat sakit kambuh dan dikasih antibiotik sama akan nggak mempan, karena sudah dihadapi oleh kuman tersebut, ini yang harus diketahui masyarakat," lapar dia.

Melalui berbagai sosialisasi yang dilakukan, Dinkes mendorong agar masyarakat melakukan proses pencegahan dibanding harus mengobati. Salah satunya, dengan menerapkan hidup sehat dan mengkonsumsi olahan yang bergizi.

Baca Juga : Telusuri Orang Terdekat Pasien Konfirm ke-2 Covid-19 di Kota Batu, Hasilnya Negatif

"Aktivitas fisik dan makanan bergizi amat penting bagi tubuh kita. Maka hal itu harus dilakukan untuk mencegah sakit. Karena mencegah itu lebih baik daripada harus mengobati," paparnya.

Sementara itu, Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Terintegrasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang digelar di halaman Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma) itu juga mengajak masyarakat melakukan aktivitas fisik. Salah satunya adalah senam bersama.

Di sisi lain juga disediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan pemeriksaan gratis itu sendiri diantaranya seperti pemeriksaan tensi darah, kadar gula, fisioterapi, pemeriksaan mata, gigi, hingga kebugaran. Antusias masyarakat sangat tinggi saat akan mengikuti kegiatan layanan kesehatan gratis.