Bank Muamalat (katadata).
Bank Muamalat (katadata).

MALANGTIMES - Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Muhamad Yusron menyampaikan jika pihaknya masih belum mengambil langkah apapun terkait kondisi Bank Muamalat. 

Sejauh ini, LPS belum mendapat data apapun dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kondisi Bank Muamalat sepenuhnya kami belum mengetahui itu, jadi kami menunggu OJK," katanya pada wartawan saat menggelar Media Gathering di Kota Malang belum lama ini.

Dia menjelaskan, berdasarkan aturan yang ada, LPS dapat melakukan likuidasi atau penyelamatan terhadap bank bermasalah ketika OJK telah memberi pernyataan gagal. 

Ketika OJK tak memberi pernyataan itu, maka LPS tidak dapat mengambil langkah apapun.

"Kami memiliki batasan dalam bekerja, saat ini Bank Muamalat dalam jangkauan OJK," imbuhnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, LPS dapat mengambil langkah berupa penyelamatan ataupun likuidasi pada bank yang dinyatakan gagal oleh OJK. 

Ketika memang bank yang bersangkutan masuk kategori untuk bisa diselamatkan, maka LPS akan membuat perhitungan dengan opsi-opsi yang ada sebagaimana penyelamatan yang dilakukan terhadap Bank Century.

Sedangkan ketika melakukan likuidasi, maka LPS akan membayar simpanan di bank tersebut.

Besaran simpanan yang akan dikembalikan itu harus memenuhi tiga aspek. 

Pertama tercatat dalam pembukuan bank, ke dua memiliki tingkat bunga simpanan tak melebihi bunga penjaminan LPS, dan ke tiga tidak merugikan pihak bank.

Sedangkan besaran simpanan yang masuk kategori layak dikembalikan maksimal sebesar Rp 2 Miliar. 

Di luar itu, maka akan dilakukan pembayaran ketika aset dari bank dimaksud telah terjual.

Sementara itu, sejak dibentuk pada 2005 lalu, LPS telah melakukan likuidasi atau menutup 101 bank bermasalah hingga 2019. Terdiri dari satu bank umum dan 100 bank perkreditan rakyat (BPR).

Likuidasi terhadap bank yang dilakukan LPS terbanyak dilakukan di Jawa Barat dan Sumatera Barat. 

Sementara untuk Jawa Timur sendiri terbilang paling sedikit dan masuk dalam kategori stabil.

Hingga 20 November 2019, di Jatim tercatat ada delapan perbankan saja yang ditutup. 

Delapan bank tersebut adalah PT BPR Panca Dana di Kota Batu, BPR Jabal Tsur Pasuruan, BPR Triharta Indah Sidoarjo, BPR Dhasatra Artha Sempurna Sidoarjo, BPR Artha Dharma Magetan, BPR Kudamas Sentosa Sidoarjo, BPRS Al-hidayah Pasuruan, dan BPR Iswara Artha Sidoarjo.