Barang bukti pil double L saat dirilis di Polres Batu, Jumat (5/4/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Barang bukti pil double L saat dirilis di Polres Batu, Jumat (5/4/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kota Batu menjadi ajang bagi pengedar pil Double L. Hal itu dikarenakan di Kota Dingin ini banyak pelajar yang meminatinya. 

“Kalau narkoba ini tidak banyak untuk kalangan pelajar. Tapi pelajar banyak yang konsumsi pil double l,” ungkap ungkap Iptu Yussi Purwanto, Kasatreskoba Polres Batu.

Ia menjelaskan, peredaran pil double L menjadi kasus dengan pengungkapan urutan kedua setelah kasus sabu-sabu. Apalagi pil double L masih banyak dikonsumsi oleh kalangan pelajar, khususnya kalangan SMP dan SMA, karena harganya terbilang murah.

Sejak bulan Januari hingga Oktober tahun 2019, Polres Batu berhasil mengungkap 9 kasus dan 9 tersangka yang selama ini jadi pengedar. Hasil dari barang bukti itu ditemukan sebanyak 11.755 butir pil double L pun berhasil digagalkan transaksinya.

“Jumlah itu termasuk mengalami peningkatan dibanding dari tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya. Tercatat pada tahun 2017 dan 2018 ada sekitar 5 kasus dengan barang bukti di bawah 10 ribu butir pil double L.

Menurutnya pil double L itu didapatkan dari wilayah Mojokerto, Kediri, dan Malang. Pil double L paling diminati oleh kalangan pelajar lantaran murah dengan harga Rp 20 ribu mendapatkan 8 butir.

“Karena itu kami mengimbau kepada para orang tua untuk menjaga dan mengawasi kegiatan dari aktivitas anak-anaknya supaya terhindar dari bahaya peredaran pil double L tersebut,” imbaunya.