Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM saat memberi paparan dalam Simposium Pembelajaran Abad 21 Pengda PGRI Kota Malang. (Foto: Humas)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM saat memberi paparan dalam Simposium Pembelajaran Abad 21 Pengda PGRI Kota Malang. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional Tahun 2019, Pengurus Daerah (Pengda) PGRI Kota Malang menggelar Simposium Pembelajaran Abad 21 belum lama ini.

Simposium tersebut digelar di Aula SMA Negeri 4 Malang inipun diikuti tidak kurang dari 230 orang perwakilan anggota PGRI se-Kota Malang.

Sebagai Ketua Umum PGRI Kota Malang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM menyampaikan bahwa guru di era industri 4.0 memegang tanggung jawab yang tak ringan.

"Guru di era revolusi industri 4.0 saat ini memegang peran sangat besar sekaligus tanggung jawab yang tidak ringan. Maka dari itu, kesiapan diri wajib hukumnya bagi guru baik pada sisi akademis, non akademis, perubahan metode pembelajaran, pola pikir, penguasaan teknologi informasi dan teknologi dan penguatan pendidikan karakter dengan terlebih dahulu menjadi teladan bagi peserta didiknya," tutur Zubaidah.

Dari waktu ke waktu, lanjutnya, seiring perkembangan zaman, guru dituntut agar semakin matang dalam segi intelektual, spiritual, emosional, dan sosial.

"Guru saat ini mendidik, membimbing, dan mengajar peserta didik yang merupakan kaum milenial. Hal itu gampang gampang susah. Kuncinya sabar, ikhlas, jujur, senantiasa tanpa bosan meningkatkan kompetensi serta potensi diri. Salah satunya melalui kegiatan ini," paparnya.

SDM Unggul dan Indonesia Maju akan terwujud dengan baik apabila semua pihak khususnya kalangan pendidik bekerja sama, bahu membahu, bergotong royong.

Sementara itu, Ketua Pelaksana sekaligus Ketua PGRI Cabang Kecamatan Sukun H Jumain SPd MPd melaporkan bahwa kegiatan yang digelar tersebut merupakan program rutin Pengda PGRI Kota Malang setiap setahun sekali dalam rangka HUT 74 PGRI dan HGN Tahun 2019.

"Adapun tujuannya tidak lain sebagai wadah mendeseminasikan karya terbaik penulis buku di Kota Malang agar dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah," katanya.

Tujuan kedua yakni memberi wadah bagi penulis Kota Malang dalam kegiatan publikasi ilmiah melalui presentasi ilmiah sesuai jenjang satuan pendidikan.

Untuk diketahui, terdapat 20 guru yang mendeseminasikan karya tulis ilmiah mereka yang terdiri atas 5 guru pemakalah dari jenjang TK, 10 guru pemakalah dari jenjang SD, 4 guru pemakalah dari jenjang SMP, dan 1 orang guru dari jenjang SMA.