Noval Hafiz saat bersalaman dengan Wali Kota Malang  Sutiaji. (Hendra Saputra)
Noval Hafiz saat bersalaman dengan Wali Kota Malang Sutiaji. (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Masalah latihan yang tak pasti karena banyak atletnya yang menjalani fullday school tidak membuat klub bulu tangkis Radja putus harapan meraih prestasi di Kejurkot Bulu Tangkis Kota Malang 2019. Radja optimistis memburu gelar juara di dua nomor dalam kejurkot yang berlangsung di  GOR Djagung itu.

Mendaftarkan kurang lebih enam atlet, Radja menaruh harapan di ketegori pemula melalui atlet Amar Reswara dan kategori ganda dewasa putra melalui pasangan Noval Hafiz/Muhammad Ade. Noval juga  tercatat sebagai atlet Kota Malang di gelaran Porprov Jatim 2019.

Pelatih Radja Yanto sudah menginstruksikan atletnya untuk tampil optimal di sisa pertandingan kejurkot.  "Sebenarnya anak-anak sekarang latihannya terbatas. Tidak setiap hari latihan. Ada yang sekolah fullday dan lain-lain. Yang lolos cuma pemula atas nama Amar Reswara dan pasangan dewasa putra atas nama Noval Hafiz/Muhammad Ade," ujar dia kepada MalangTIMES.

Disinggung peluang untuk mendapatkan prestasi di Kejurkot Bulu Tangkis 2019, Yanto mengaku di kategori pemula masih ada kesempatan untuk mendapatkan gelar karena ia melihat ada celah dari calon lawan yang akan dihadapi.

"Kejurkot masih berlangsung. Pemulanya ada peluang final jika memang rezekinya anak-anak. Kalau yang ganda dewasa, peluangnya 50:50 karena pasangannya baru. Tapi saya yakin masih bisa," ucap Yanto.

Saat ini Amar Reswara masih akan bertanding di semifinal tunggal putra pemula menghadapi Evan Gabriel dari tim Nikko Steel. Kesempatan ini akan dimanfaatkan tim Radja untuk melaju ke babak final yang akan dilangsungkan Sabtu (23/11/2019) di GOR Djagung.