PGRI Kabupaten Malang ziarahi pusara tokoh pendidikan di HUT PGRI ke-74 tahun 2019 (Ist)
PGRI Kabupaten Malang ziarahi pusara tokoh pendidikan di HUT PGRI ke-74 tahun 2019 (Ist)

MALANGTIMES - Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Malang diwarnai dengan agenda ziarah dan tabur bunga di makam para tokoh pendidikan. Yakni, H Maksum (Kromengan), Hasan Anshori (Pakisaji), H Murdjono (Tumpang) dan H Ahmad Rifa’ie (Singhasari). 

Tokoh-tokoh tersebut, semasa hidup dikenal sebagai sosok pembela hak dan nasib para guru. Acara tersebut mendapatkan apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Rachmat Hardijono melalui Sekretaris Dinas (Sekdin) Suwandi. 

Pasalnya, dengan melakukan ziarah dan tabur bunga di pusara para tokoh pendidikan itu, selain mengenang dan menghargai jasa-jasanya juga untuk lebih mengenalkan ketokohan mereka pada generasi pendidik saat ini.

"Jadi selain untuk mendoakan, mengenang perjuangan juga agar para pendidik mengenal sosok-sosok pendidik yang jasanya sangat besar di dunia pendidikan kita. Sehingga bisa jadi tauladan bagi para guru muda saat ini," ucapnya, Jumat (22/11/2019).

Eksesnya, lanjut Suwandi, pendidikan di Kabupaten Malang akan terus meningkat kualitasnya sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan itu sendiri. Yakni, menciptakan manusia berilmu pengetahuan, berakhlak dan moral baik serta mampu menjadi bagian dalam energi besar membangun masyarakat, bangsa dan negara.

"Spirit berjuang tanpa pamrih untuk kepentingan lebih besar inilah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Salah satu caranya adalah dengan mengenal, mengenang dan menyerap semangat perjuangan para tokoh pendidikan kita," ujarnya.

Tabur bunga untuk mengenal dan menyadap spirit para tokoh pendidikan di Kabupaten Malang ini, setiap tahunnya dilakukan oleh PGRI. Dimana dengan kegiatan itu diharapkan akan semakin menguatkan mental para pendidik saat ini dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan saat ini. 

Hal ini juga disampaikan oleh Ketua PGRI Kabupaten Malang, Dwi Soetjipto. Dia menyampaikan, kegiatan ziarah dan tabur bunga memang dilakukan setiap kali memperingati HUT PGRI.

"Kita lakukan dalam memperingati HUT PGRI setiap tahunnya. Hal ini selain untuk mengenang juga diharapkan spirit perjuangan para tokoh ini bisa kita contoh di era yang penuh tantangan bagi para guru saat ini," ujarnya.

Dwi menyebut, kegiatan tahunan menziarahi pusara para tokoh pendidikan ini juga untuk refleksi sekaligus menguatkan ingatan para pendidik saat ini. Terkait hasil-hasil di sektor pendidikan yang dinikmati saat ini yang tentunya tak begitu saja ada dan berjalan baik seketika.

Tentunya, saat mengawali dahulu banyak tantangan yang sangat berat yang mesti dilalui. "Jadi orang ibaratnya hari ini bisa minum air itu harus tahu siapa yang gali sumur. Sehingga selalu mengingat perjuangan para pendahulu kita, serta bisa jadi tauladan ke depannya," contoh Dwi.

Tak hanya menziarahi pusara para tokoh pendidikan Kabupaten Malang, dalam merayakan HUT PGRI ke-74 ini juga digelar seminar pendidikan yang melibatkan ribuan guru dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang. 

Acara seminar terkait era revolusi industri 4.0 yang melahirkan budaya teknologi informasi yang secara langsung merubah juga berbagai kebutuhan dalam proses belajar mengajar di lembaga pendidikan saat ini.

Selain ziarah pusara para tokoh pendidikan, HUT PGRI ke-74 juga akan diisi acara gerak jalan santai bersama Bupati Malang Sanusi sampai pagelaran wayang kulit di tanggal 8 Desember 2019 datang.