Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM (berhijab) secara simbolis menyerahkan bantuan peralatan untuk membuka usaha bengkel pada peserta PKW. (Foto: Humas)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM (berhijab) secara simbolis menyerahkan bantuan peralatan untuk membuka usaha bengkel pada peserta PKW. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terus berupaya melakukan pengentasan kebodohan, kemalasan, dan pemberantasan kemiskinan. Salah satunya melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW). 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah mengungkapkan, PKW merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Hal itu disampaikan Ida, sapaan akrabnya, saat membuka Program PKW keterampilan otomotif sepeda motor, belum lama ini.

PKW tersebut diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) bekerja sama dengan Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Malang.

Dalam arahannya, Ida berharap agar nantinya para peserta bisa membuka usaha selepas mengikuti PKW. Dia juga menekankan, saat berwirausaha membuka bengkel sepeda motor, peserta tetap mengedepankan kedisiplinan, kejujuran, kerja keras, dan profesional dalam menjalankan usaha.

"Disiplin dalam menaati jam buka dan jam tutup bengkel, disiplin menepati janji pada pelanggan, jujur dalam bekerja. Bilamana hanya rusak atau perlu diservis satu bagian motor, maka jangan sampai dikatakan lebih agar mendapatkan penghasilan yang besar," paparnya.

Awal membuka usaha, lanjut Zubaidah, memang tidak mudah. Butuh ketelatenan, kesabaran, dan juga kerja keras. "Jangan mudah menyerah manakala belum mendapatkan hasil yang diharapkan," timpalnya.

Ia memberi wejangan kepada peserta agar memberikan pelayanan yang terbaik pada pekerjaannya.

"Bila perlu beri pelayanan tambahan, seperti membersihkan sepeda motor yang menserviskan. Hal itu bentuk dari sebuah pelayanan. Selain pelanggan puas karena motornya telah diperbaiki, juga semakin puas melihat motornya bersih. Sehingga menjadi pelanggan tetap," imbuhnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 orang warga belajar. Dalam laporannya, Kepala SPNF SKB Kota Malang Imam Khambali mengatakan, kegiatan ini terlaksana berat bantuan pemerintah, dalam hal ini Kemdikbud.

"PKW kali ini diikuti oleh 30 orang warga belajar yang berusia variatif dari usia 18 tahun hingga 45 tahun. Asalkan tidak sedang menempuh pendidikan formal," ucapnya.

Peserta dibagi dalam lima kelompok yang terdiri atas enam orang. Mereka dibekali peralatan perbengkelan seperti ban luar, ban dalam, kompresor, alat tambal ban, dan seperangkat peralatan perbengkelan.

"Sehingga diharapkan program ini dapat berkesinambungan dengan ditandai peserta PKW berwirausaha bersama membuka bengkel sepeda motor," katanya.

Dengan didampingi Kepala SKB Kota Malang Imam Khambali, Kepala Seksi Keaksaraan Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Malang Tujuwarno, serta perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah secara simbolis menyerahkan bantuan peralatan untuk membuka usaha bengkel pada peserta PKW.