Barang bukti narkoba dan gawai di Polres Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Barang bukti narkoba dan gawai di Polres Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebagai kota wisata, Kota Batu masih rawan menjadi sasaran peredaran narkoba. Karena itu, menjelang perayaan Tahun Baru 2020, Polres Batu bakal melakukan razia di daerah yang rawan. 

Razia itu dilakukan mengingat malam pergantian tahun identik dengan pesta-pesta yang meriah. Tak jarang, acara-acara yang digelar rawan menjadi ajang pesta obat-obatan terlarang

“Ada daerah-daerah rawan akan pengedaran narkoba. Khususnya, kawasan tempat hiburan seperti karaoke,” ungkap Kasatreskoba Polres Batu Iptu Yussi Purwanto.

Ia menambahkan, pencegahan ini dilakukan dengan segera menggelar razia. Razia akan dilakukan oleh Polres Batu di kawasan hiburan yang dirasa masih rawan, seperti di tempat karaoke.

Selain itu juga di beberapa daerah yang rawan yang sudah dipetakan oleh Polres Batu. Daerah rawan itu, terbanyak berada di Kecamatan Bumiaji. Karena di kawasan tersebut, sebanyak 40 persen kasus narkoba di wilayah hukum Polres Batu terjadi.

“Kemudian 30 persen di Kawasan Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgoriti, Kecamatan Batu, dan di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo 30 persen,” imbuhnya Jumat (22/11/2019).

Daerah pintu masuk Kota Batu, seperti Desa Pendem Kecamatan Junrejo dan Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, dan Kecamatan Bumiaji  juga dinilai rawan peredaran narkoba. Untuk itu, Polres Batu memperketat pengawasan di wilayah tersebut.

“Tiga daerah ini sangat rentan akan pengedaran narkoba. Melihat tersangka dan lokasi penggerebekan kasus yang dilakukan Polres di sana,” tambah Yussi.

Menurutnya, daerah Dusun Songgotiri, Kelurahan Songgokerto itu merupakan daerah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga, rentan peredaran narkoba saat mereka menyewa vila di sana.

“Dan kami pun khawatir homestay atau villa ini digunakan untuk transaksi dan menggunakan obat-obatan terlarang tersebut,” ucap Yussi.

Yussi pun memberikan imbauan kepada pemilik homestay atau jasa penginapan di Kota Batu, untuk tidak ragu melaporkan pengunjung yang mencurigakan. “Jadi kalau ada yang mencurigakan bisa segera melaporkan kepada kami,” jelasnya. 

Menurutnya, informasi dari masyarakat itu sangat penting untuk membantu petugas Polres Batu memberantas masalah narkoba. “Supaya Indonesia khususnya Kota Batu angka narkoba ini berkurang,” tutupnya.