Wakil Rektor 4 bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga UIN Malang Dr Uril Bahruddin MA (kiri) dengan Direktur Institut Prancis Indonesia Dr. Stephane Dovert (kanan). (Foto: Kivah for MalangTIMES)
Wakil Rektor 4 bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga UIN Malang Dr Uril Bahruddin MA (kiri) dengan Direktur Institut Prancis Indonesia Dr. Stephane Dovert (kanan). (Foto: Kivah for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keseriusan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) dalam menapaki World Class University (WCU) bukan sekadar isapan jempol belaka.

Setelah kerja sama dengan berbagai negara, mulai dari Amerika, Mesir, Belanda, Jerman, dan masih banyak lagi. Kini, UIN Malang menindaklanjuti kerja sama dengan negara Perancis.

Pagi tadi (Jumat, 22/11/2019), 3 orang perwakilan dari Institut Français Indonesia (IFI) menindaklanjuti kerja sama dengan UIN Malang. Mereka datang untuk meluruskan kesepahaman awal terkait kerja sama ini. 

Perwakilan tersebut yakni Dr. Stephane Dovert selaku Direktur Institut Prancis Indonesia, Benoit Bavouset selaku Direktur IFI Surabaya, dan Pramenda Krishna selaku Penanggungjawab Budaya dan Komunikasi. 

Wakil Rektor 4 bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga UIN Malang, Dr Uril Bahruddin MA menyampaikan, kerja sama ini meliputi pengiriman mahasiswa, kolaborasi penelitian, dan fasilitas-fasilitas diberikan.

"Kerja samanya adalah pengiriman mahasiswa di beberapa universitas di sana, utamanya disiplin ilmu saintek (sains dan teknologi) dan ekonomi," ucapnya.

Turut hadir Dekan Saintek untuk menjelaskan keperluannya di bidang ilmu yang perlu dikembangkan. Menurut Uril, komunikasi langsung tersebut diharapkan agar kedua elemen yang bekerja sama bisa sama-sama tahu kebutuhan dan hal-hal teknis yang harus dilakukan.

"Untuk menjelaskan keperluan kita bidang ilmu mana yang kita kembangkan dengan menyekolahkan tenaga pendidik kita ke Prancis," jelas Uril.

Menurutnya, UIN juga telah menyiapkan anggaran khusus agar program tersebut dapat terlaksana. "Kebetulan kita punya dana untuk itu," imbuhnya.

Selain mengirim tenaga pendidik, kerja sama dengan IFI juga terkait dengan kolaborasi penelitian. "Teman-teman di Fakultas Saintek banyak perlu penelitian kolaboratif dan tentunya di sana lebih banyak lab-lab yang lebih andal dan itu memungkinkan untuk dilakukan," paparnya.

Selain itu, lanjutnya, IFI juga menawarkan beberapa fasilitas gratis. "Misal pelatihan Bahasa Prancis, pengurusan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, mereka akan membantu," terangnya.

Uril menambahkan, pertemuan ini adalah pertemuan UIN Malang yang kedua dengan pihak IFI.

"Sebelumnya dengan Rektor di Jakarta. Sekarang menindaklanjuti secara lebih detail. Jadi belum sampai tanda tangan MoU. Tapi ada kesepahaman awal terkait kerja sama ini," bebernya.

UIN Malang sendiri memiliki slot sebanyak 40 dosen yang akan disekolahkan di luar UIN Malang, baik dalam negeri maupun di luar.

"Yang luar kemungkinan ada 20 persen dan itu kebanyakan dari jurusan umum, saintek dan ekonomi," ungkapnya.

Kerja sama dengan IFI ini pun merupakan tindak lanjut dari kerja sama Prancis dengan Kementerian Agama. Untuk itu Uril yakin, kerja sama ini nantinya akan berjalan dengan baik.

"Kita selama ini kerja sama Amerika, Jerman, Belanda, dan lain-lain. Belum ada Prancis. Ini sebuah lompatan yang harus kita lakukan biar seluruh negara bisa kita ajak kerja sama," tandasnya.