Area Traffic Control System di persimpangan lampu merah Dinoyo (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Area Traffic Control System di persimpangan lampu merah Dinoyo (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pernah melihat pengendara yang kena teguran saat melanggar lalu lintas, namun petugas tidak terlihat? 

Biasanya, teguran itu terjadi bagi pengendara yang menginjak zebra cross di lampu merah. Atau pengendara motor yang tidak mengenakan helm dan tertangkap kamera CCTV lalu lintas. Nah, saat itulah, maka suara petugas akan memperingati pengendara agar mundur dari marka jalan, atau meminta yang tidak pakai helm untuk turun dari motor.

"Hayoo ketahuan melebihi marka jalan, buat mas yang mengenakan helm hitam jaket abu-abu tolong mundur sedikit. Itu ranah pejalan kaki, terima kasih perhatiannya," begitulah salah satu contoh teguran yang biasa terdengar dari Area Traffic Control System (ATCS) yang dilengkapi voice announcer di beberapa kota, seperti Kota Bandung.

Nah, penerapan ini rupanya juga mulai diterapkan di Kota Malang. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang saat ini sudah memasang ATCS yang dilengkapi voice announcer itu di beberapa titik persimpangan lampu merah. 

"Iya, ini baru uji coba kita pasang di beberapa simpang, yang efektif sudah mulai Senin (18,11) kemarin. Ini sudah hari ke lima, ke depan akan kita pasang di semua simpang lampu merah di Kota Malang," ujar Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto saat dihubungi awak media, Jum'at (22/11).

Untuk saat ini, sarana ATCS yang telah terpasang tersebut diperoleh dari Dishub Provinsi Jawa Timur. Namun, dalam hal ini, Handi tidak ingin membeberkan di simpang mana saja voice announcer itu terpasang di Kota Malang.

Hal tersebut sebagai salah satu upaya agar para pengendara bukan hanya tertib berlalu lintas di titik-titik simpang yang telah terpasang saja. "Saya tidak akan bilang dimana saja, nanti pengendara hanya mewaspadai di tempat yang sudah kita pasang. Sementara mereka nggak tertib di tempat yang lain. Karena ini kan hal baru dan membuat daya kejut yang tinggi, ini membuat syok terapi buat masyarakat," imbuhnya.

Dengan dipasangnya ATCS tersebut, menurut dia nantinya jika ditemukan pelanggar kendaraan yang tidak menuruti imbauan maka lampu merah tidak akan berganti hijau hingga si pengendara mengikuti arahan. Selain itu, dengan program ini masyarakat akan diberikan edukasi tambahan mengenai tertib berlalu lintas. Sehingga bisa menyadarkan pengendara untuk sadar akan ketertiban di jalan.

"Dengan teguran itu, kita bukan ingin mempermalukan, tapi menumbuhkan budaya malu untuk melanggar yang saat ini seakan menjadi biasa. Dan lampu merah tidak akan berubah kalau teguran kita tidak diindahkan, otomatis masyarakat disamping pengendara pasti akan menegur juga. Disamping teguran dan imbauan, kita juga memberikan edukasi masyarakat untuk tertib berlalu lintas," tandasnya.