Kepala DKP Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid (pegang piagam) mewakili Bupati Malang Sanusi yang mendapat Award Peduli Ketahanan Pangan Jatim 2019. (DKP for MalangTimes)
Kepala DKP Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid (pegang piagam) mewakili Bupati Malang Sanusi yang mendapat Award Peduli Ketahanan Pangan Jatim 2019. (DKP for MalangTimes)

MALANGTIMES - Kabupaten Malang kembali menancapkan kuku inovasinya di sektor pertanian tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim). Walau gaungnya tak terlalu ramai dibicarakan, inovasi yang terlihat sederhana dan diupayakan menjadi gerakan masal di masyarakat Kabupaten Malang ini akan menjadi bagian solusi dalam persoalan diversifikasi pangan di masa depan.

Inovasi ini tentunya akan juga membantu program pengentasan kemiskinan. Itu karena inovasi yang dibesut Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang yang bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang tersebut mampu menambah penghasilan bagi masyarakat.

Inovasi itu adalah pengembangan tanaman atau buah cipluk atau Physalis Angulata L. Tanaman ini habitatnya di iklim tropis serta tumbuh di semak-semak, tepi jalan, kebun, hingga hutan. Buahnya berwarna hijau kekuningan dan bentuk oval sebesar biji kelereng besar.

Lewat buah cipluk yang dipandang sebelah mata inilah, Bupati Malang Sanusi pun didaulat sebagai pemenang Award Peduli Ketahanan Pangan di bidang Diversifikasi Pangan tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) 2019.

Secara langsung, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun menyerahkan anugerah itu kepada bupati Malang melalui Kepala DKP Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid yang mewakilinya.

Anugerah itu juga didasarkan pada pola pendekatan penanaman buah ciplukan yang dulunya dianggap gulma oleh masyarakat di pekarangan rumah masyarakat serta dikuatkan dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi terkait pengembangan buah ciplukan yang dibesut oleh DKP Kabupaten Malang dengan inovasi Sekar Siber (Surveylance Enumerasi Pekarangan yang Sehat, Indah, Bermanfaat, Ekonomis dan Resik).

Melalui inovasi inilah, pengembangan buah ciplukan di pekarangan masyarakat bisa terpantau  dari berbagai aspeknya serta bisa menghasilkan pendapatan bagi petani yang terbilang tinggi. Rata-rata pendapatan petani buah ciplukan sejatinya bisa mencapai Rp 150 ribu.

Hal inilah yang membuat Bupati Malang Sanusi pun mendorong masyarakat untuk aktif mengembangkan buah ciplukan di pekarangan rumahnya masing-masing dengan Sekar Siber.
"Saya dorong masyarakat untuk bisa memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk pengembangan ciplukan dengan Sekar Siber," ucapnya.

Piagam Bupati Malang sebagai pemenang Award Peduli Ketahanan Pangan Jatim 2019

Politisi PKB ini juga menyampaikan, pengembangan buah cipluk dengan memadukan teknologi informasi Sekar Siber ini ternyata terbilang berhasil mengangkat tanaman yang dianggap tak bernilai ekonomis ini. "Harga premium buah ciplukan di pasaran Malang Raya yang dikembangkan di pekarangan rumah di Desa Pagelaran, bisa mencapai Rp 75 ribu sampai Rp 200 ribu per kilogram. Ini tentunya sangat luar biasa," ujarnya.

Sanusi juga menyampaikan buah ciplukan yang dikembangkan di Pagelaran setiap minggu bisa menghasilkan 20 sampai 200 kilogram. Dengan harga yang menggiurkan itulah, Sanusi berharap masyarakat bisa mengembangkan buah ciplukan di pekarangan rumah dengan Sekar Siber dari DKP Kabupaten Malang. 

"Ada nilai ekonomis yang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ini. Selain itu, buah ciplukan memiliki khasiat baik bagi kesehatan. Ini juga potensi besar ke depannya untuk terus dikembangkan," imbuhnya.

Seperti diketahui, ciplukan yang dulunya dianggap sebagai gulma telah menunjukkan khasiatnya sejak zaman pengobatan tradisional untuk mengatasi malaria, asma, hepatitis, dermatitis, rematik, demam, flu, dan penyakit lain.

Bukan hanya buahnya saja yang berkhasiat. Akar tumbuhan ciplukan dari berbagai sumber juga bisa dijadikan anti-inflamasi hingga meningkatkan sistem imun. Sementara itu, daun ciplukan mampu mengobati vertigo, menurunkan tekanan darah, sampai mengatasi masalah jantung. 

Batangnya menyimpan kandungan antineoplastik, yaitu mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker. Berbagai khasiat dari tumbuhan lokal inilah yang membuat Pemkab Malang terus mengembangkan buah cipluk ini di berbagai wilayah.

Hasilnya, Pemprov Jatim pun mengganjar upaya pengembangan buah cipluk itu dengan Award Peduli Ketahanan Pangan di bidang Diversifikasi Pangan Jatim 2019. "Ini menunjukkan upaya kami dalam pengembangan buah ciplukan di pekarangan rumah di jalur yang tepat. Tentunya saya berharap ini bisa dikembangkan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat," pungkas Sanusi.