Ketua Koperasi SBW Malang Sri Untari (tengah) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Ketua Koperasi SBW Malang Sri Untari (tengah) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perkembangan Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang dalam bidang perekonomian saat ini bisa dibilang signifikan. Dari target omset di tahun 2019 senilai Rp 130 miliar, di pertengahan bulan November saja sudah mencapai angka Rp 128 miliar.

Artinya, hanya kurang sedikit lagi hingga akhir tahun ini, omset tersebut optimis dicapai. Bahkan, capaian aset yang ditargetkan senilai Rp 103 miliar telah lebih dulu tercapai hingga Rp 105 miliar.

Tak mau hanya sebatas mengembangkan bisnis yang itu-itu saja, tahun 2020 mendatang bisnis baru akan ditambah. Yakni, dengan menambah perusahaan retail modern berbasis kerakyatan. Namun hal itu tetap disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

"Dari situ nanti kita akan naikkan sekitar 10 persen, dari seluruh aset dan omset. Dan ada beberapa keinginan kita untuk membentuk anak perusahaan dalam mengurusi bukan retail modern tapi retail yang kerakyatan," ujar Ketua Koperasi SBW Malang Sri Untari saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT), di Jl Raden Intan Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (21/11).

Beragam bisnis unit usaha yang sebelumnya dihasilkan Koperasi SWB yakni, berupa toko, simpan pinjam, kuliner dan juga aset apartemen. Kali ini dengan pengembangan anak perusahaan baru, Sekretaris DPD PDIP Jatim ini menyebut semua anggota koperasi telah mempersiapkan retail modern berbasis kerakyatan.

"Ada retail kuliner, kita juga punya tanah kavling untuk pengembangan retail yang setara dengan pasar tradisional," imbuhnya.

Dengan jumlah anggota yang mencapai ribuan itu, dia menyebut kebanyakan dari mereka masih memanfaatkan pasar tradisional sebagai media berbelanja aneka kebutuhan. Karenanya dengan melalui retail modern berbasis kerakyatan itu, maka akan mempermudah dalam mendapatkan pelayanan kebutuhan.

"Mereka memang berbelanjanya masih di pasar tradisional, nah inilah yang akan kami layani. Agar mereka tidak jauh-jauh datang ke tempat-tempat lain saat membutuhkan sesuatu, tapi mereka bisa memanfaatkan koperasinya untuk itu," tandasnya.