Slamet Suyono Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang saat memberikan apresiasinya kepada pelajar Kabupaten Malang berprestasi di ajang O2SN tingkat Provinsi Jatim (dok MalangTimes)
Slamet Suyono Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang saat memberikan apresiasinya kepada pelajar Kabupaten Malang berprestasi di ajang O2SN tingkat Provinsi Jatim (dok MalangTimes)

MALANGTIMES - Dinas Pendidikan Kabupaten Malang memberikan apresiasi tinggi atas digelarnya pekan olahraga (POR) sekolah dasar (SD)/MI tahun 2019.

Gelaran POR yang diikuti 1.331 pelajar SD/MI, di cabang olahraga (cabor) atletik ada 306 orang, atlet bulutangkis 59 orang, atlet bola voli mini 265 orang, atlet panahan 87 orang, atlet pencak silat 42 orang, atlet renang 68 orang, atlet senam 8 orang, dan atlet catur 48 orang. Serta atlet sepak bola takraw 67 orang, atlet tenis lapangan 4 orang, tenis meja 29 orang, atlet selam 15 orang, dan atlet sepak bola 333 orang.

POR SD/MI yang kemarin dibuka (Rabu, 20 November 2019) oleh Bupati Malang Sanusi tentunya memiliki keselarasan dengan apa yang ditarget oleh Dinas Pendidikan dalam meningkatkan kualitas para pelajar di Kabupaten Malang. Yakni, menyeimbangkan prestasi akademik dan juga non akademik.

"Dinas Pendidikan terus menyelaraskan kualitas prestasi para pelajar bukan hanya di akademis saja tapi juga non akademis, seperti di bidang olahraga," ucap Rachmat Hardijono Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang melalui Slamet Suyono Kepala Bidang SD, Kamis (21/11/2019).

Upaya itu, lanjutnya, telah cukup lama didorong Dinas Pendidikan kepada seluruh lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Malang. Dengan hasil yang menggembirakan, yaitu disabetnya bebagai gelar juara di cabor tingkat provinsi Jawa Timur (Jatim) sampai nasional.

Berbagai prestasi itulah yang membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Malang terus mendorong agar sekolahan di bawah naungannya terus melakukan pembinaan pelajar dalam bidang olah raga. Tak terkecuali dengan digelarnya POR SD/MI 2019 ini yang menurut Slamet merupakan wadah para pelajar untuk semakin menempa keterampilannya di berbagai cabor yang diminatinya.

"Lewat POR ini kita tentu sangat mengapresiasinya. Sehingga para pelajar SD/MI yang punya hobi olah raga memiliki ruang mengekspresikannya," ujarnya yang juga menambahkan melalui perlombaan olahraga, para pelajar juga akan mendapatkan pengalaman belajar bekerja sama, mematuhi aturan, mengakui keterbatasan diri, belajar menghargai kelebihan dan sikap pantang menyerah.

"Sehingga siswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang utuh dan sesuai dengan karakteristik kebutuhan dan perkembangannya," imbuh Slamet.

Terpisah, Bupati Malang Sanusi yang secara resmi membuka POR SD/MI, menyampaikan, bahwa acara itu merupakan momen yang tepat bagi anak-anak SD/MI untuk dapat berkreasi, berinovasi, berprestasi, dan berkompetisi secara sehat.

"Saya apresiasi penyelenggaraan POR SD/MI ini karena bisa jadi wadah mengapresiasi kebutuhan non akademis siswa yang memiliki bakat dan minat, khususnya di bidang olahraga. Selain untuk meningkatkan kondisi kesehatan jasmani siswa yang dapat menunjang peningkatan kualitas akademis di sekolah, juga untuk meningkatkan prestasi siswa di bidang olahraga," ucapnya.

Tak hanya itu, Sanusi juga mengatakan, POR juga merupakan bagian dari sistem pembinaan olahraga sejak dini dan berjenjang untuk mencari dan menjaring bibit atlet berbakat. Sehingga, diharapakan dengan adanya POR ini bisa melahirkan bibit unggul di dunia olahraga yang nantinya akan mendapat pembinaan khusus dan berkelanjutan.

"Harapan ke depannya akan semakin banyak atlet berprestasi dari Kabupaten Malang ini. Baik di kancah provinsi, nasional sampai internasional. Jadi POR ini juga sebagai filter untuk mencari bibit unggul," ujar Sanusi.

Politisi PKB ini juga berharap kepada ribuan pelajar yang mengikuti POR agar juga menempatkannya sebagai media menimba ilmu dan memperbanyak pertemanan. "Nilai terpentingnya para pelajar ini dikenalkan dengan pengalaman berjuang untuk mendapatkan prestasi dengan cara berkompetisi yang baik, jujur dan sesuai aturan yang ada," pungkas Sanusi.