salah satu pengunjung saat berswafoto dengan patung Lady Rose di Taman Langit. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
salah satu pengunjung saat berswafoto dengan patung Lady Rose di Taman Langit. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Lagi mencari tempat wisata yang segar, pemandangan yang menakjubkan, dan cozy (menyenangkan)? Taman Langit di kawasan Wana Wisata Paralayang, Gunung Banyak Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu bisa menjadi salah satu pilihan kalian.

Ya setelah menikmati keindahan paralayang di Wana Wisata Paralayang dan pemandangan indahnya Kota Batu, kalian bisa merapat di Kawasan Taman Langit. Karena kawasannya terletak di area tersebut.

Untuk masuk di Taman Langit itu setiap orang cukup merogoh kocek Rp 10 ribu. Taman Langit ini merupakan tempat wisata yang menyuguhkan spot swafoto. Bukan hanya itu saja, tapi juga ada tempat nongkrong atau kuliner yang cozy.

Bukan hanya sekadar menyuguhkan tempat wisatanya saja, tetapi tempat kuliner yang dipastikan akan melengkapi kehangatan berwisata di Batu. Taman Langit ini merupakan tempat wisata dengan menyuguhkan spot swafoto replika patung yang terbuat dari kawat berukuran tebal dibentuk peri. Juga terdapat beragam jenis bunga.

Selain itu disana juga terdapat angsa raksasa seperti di negeri dongeng. Di lokasi Taman Langit dilengkapi berbagai fasilitas penunjang bagi wisatawan. Seperti pedestrian, shelter dan spot swafoto. Lalu ada toilet serta cottage.

Tentunya kalian tidak akan menyesal jika berkunjung di sana, ditambah hawanya yang segar dan dingin. Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengatakan, Taman Langit itu merupakan salah satu tempat wisata di Kota Batu yang terbaik.

“Semua tempat wisata di Kota Batu terus berlomba menyuguhkan yang terbaik dan berbeda. Supaya jadi jujukan wisatawan,” jelas Imam.

“Apalagi di Taman Langit ini menyuguhkan wisata yang unik dan menarik, yang belum tentu ditemukan di daerah lainnya. Di sana menawarkan wisata dengan kulinernya yang tradisional," imbuhnya.

Tempat kuliner itu namanya Cangkruk Manuk tepat berada di tengah Taman Langit. Sehingga bagi kalian yang mulai kelelahan bisa beristirahat sejenak di sana.

Bangunan yang dibuat di konsep perpaduan bangunan Indonesia dan Eropa itu menyuguhkan pemandangan yang luar biasa. Ada pemandangan perbukitan, tepat di depan mata banyak pepohonan ditambah hawa dingin menyelimuti area ini.

Bahkan saat hujan reda, dengan cepat tertutup oleh kabut. “Tempat kuliner ini sebagai salah satu fasilitas yang kami suguhkan kepada wisatawan di tengah-tengah area hutan dengan menikmati suguhan kuliner nuansa tradisional,” ungkap Bambang Hariyanto, Kepala Wana Wisata Paralayang Gunung Banyak.

Selain tempatnya yang unik perpaduan tradisional dan modern itu, kuliner yang disuguhkan juga demikian. 

Kuliner yang disuguhkan makanan tradisional seperti polo pendem. Termasuk makanan tradisional Jawa seperti umbi-umbian. Juga polo gembrandul seperti labu, pisang, dan sebagainya.

“Meskipun berbau tradisional tetapi kami olah secara modern. Dan memang kuliner ini kami suguhkan secara khusus dari resep chef dari hotel. Dan harganya mulai Rp 5 ribu sampai termahal Rp 25 ribu,” tambahnya.

 

Dan nama-nama yang 

disuguhkannya pun cukup unik, seperti makanan Terukur kepanjangan dari tapeku rasa syukur dari bahan utama tape. Selain makanan yang khas disuguhkan juga kopi koplak.

“Kopi ini difermentasi selama seminggu. Proses fermentasi ini sejak dari buahnya, dan kopi yang kita pakai dari Dampit dan Pujon, kopi robusta dan arabika,” jelas Bambang.

Menurutnya, hadirnya Cangkruk Manuk ini untuk menyambut para wisatawan yang sudah memiliki planning ke Taman Langit. Juga tidak perlu khawatir saat berada di dalam wisata merasa lapar.