Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi dalam acara FLLAJ (Nana)
Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi dalam acara FLLAJ (Nana)

MALANGTIMES - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, jauh hari telah mulai mempersiapkan berbagai persiapan menjelang tutup tahun 2019. Khususnya terkait penataan analisa jalur jalan serta lokasi-lokasi kemacetan yang kerap terjadi di musim libur panjang seperti tahun baru.

Persiapan tersebut juga didasarkan pada beroperasinya jalan tol Malang-Pandaan (Mapan) yang tentunya akan berpengaruh pada bertambahnya black spot atau lokasi rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Malang.

Hal ini disampaikan oleh Hafi Lutfi Kepala Dishub Kabupaten Malang, yang menyampaikan, bahwa untuk persiapan akhir tahun 2019, diprediksi black spot akan bertambah.

"Kita analisa black spot akan bertambah, yaitu di exit tol Mapan IV. Hal ini dikarenakan lebar jalan di exit tol serta banyaknya sayap jalan yang bisa menimbulkan kemacetan," ucap mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang ini, Kamis (21/11/2019) kepada MalangTimes.

Adanya analisa penambahan black spot itu akan semakin banyak lokasi yang tentunya membutuhkan penanganan khusus. Dimana, Dishub yang siaga dengan pos pantaunya di wilayah black spot setiap tahun, akan dipastikan menambahkan unit dan posnya.

Dari yang tahun lalu black spot hanya di Singosari, Lawang, Kepanjen, Gondanglegi, wilayah Malang Selatan sampai jalur Pakis menuju Tumpang dan ke Kota Malang, akan ditambahkan juga di exit tol Mapan IV serta beberapa wilayah yang berdiri pasar-pasar daerah yang terbilang besar.

Lutfi juga menyampaikan, pihaknya berupaya sampai tanggal 20 Desember 2019, penataan analisa jalur dan lokasi kemacetan serta rawan kecelakaan telah bisa diselesaikan. Sehingga menjelang tahun baru, seluruh skenario pengamanan di jalan raya telah bisa dilakukan.

"Upaya kita bisa selesai di tanggal itu. Sehingga tinggal koordinasi mantap dengan kepolisian dan unsur lainnya dalam penjagaan arus lalu lintas di akhir tahun 2019 ini," ujarnya.

Selain pemetaan black spot yang dipredikasi bertambah, Dishub Kabupaten Malang juga tetap akan melakukan kajian dan pemetaan terkait jalur-jalur alternatif. Pasalnya, walau jalan tol Mapan telah beroperasi, bukan berarti kemacetan bisa berkurang, terutama di berbagai exit tolnya yang masih jalan berstatus kabupaten.

"Dimungkinkan adanya penurunan volume kendaraan yang melintas di jalan arteri antara 65 persen sampai 70 persen karena adanya tol Mapan. Tapi saat keluar dari tol menuju jalan kabupaten ini yang harus tetap diantisipasi," ucap Lutfi yang menegaskan pula pihaknya tetap akan melakukan pemetaan jalur alternatif.

Seperti diketahui, di tahun 2018 lalu jalur alternatif di wilayah Kabupaten Malang terbagi dalam tujuh jalur. Yakni Lawang-Purwosari (24,6 kilometer) melalui jalan masuk (Patal Lawang Desa Bedali-Simpang 3 Indrokilo Lagros-Pemandian Sumber Polaman-Desa Ketindan) dan keluar lewat jalan Desa Tejowangi-jalan Pegadaian Purwosari) dengan perkiraan waktu tempuh 63 menit.

Titik alternatif lainnya adalah menghindari jalur padat di Pasar Lawang sepanjang 4,7 kilometer melalui jalan masuk Jalan Indrokilo/Patal/LA Gross Desa Bedali-Pemandian Polaman Kelurahan Kalirejo-Jalan Argopuro-Jalan Ketawangargo-Jalan Mongisidi-Jalan Mayor Abdullah-Jalan Sumbersuko-Jalan Ketindan-Jembatan Baru Ketindan Sentong-Jalan Anjasmoro Desa Turirejo) dan jalan keluar Simpang Tiga depan Denpom Lawang dengan waktu tempuh 15 menit.

Jalur lainnya adalah jalur Lawang-Singosari sepanjang 15 kilometer dengan pintu masuk mulai Jalan Sumber Wuni/Jalan Sumber Waras-Jalan Inspol Suwoto) dengan jalan keluar Simpang empat Dengkol-Simpang Tiga Garuda Singosari/Simpang 3 Karanglo dan waktu tempuh 27 menit.

Sementara juga ada jalur Pasar Karangploso-Lawang (27,8 kilometer) mulai dari Pasar Karangploso-Desa Bocek-Desa Kelampok-Kelurahan Lawang-Desa Ketindan Sentong dan keluar di Simpang Tiga depan Pasar Singosari. Waktu tempuh sekitar 73 menit.

Jalur alternatif kelima adalah Kepuharjo Karangploso/ITN 2/Hotel Faris-Singosari (9,5 kilometer) melalui Jalan simpang empat Desa Kepuharjo/ITN 2/Hotel Faris-Desa Langlang-Desa Kelampok-Jalan Tumapel Singosari) dan keluar di Simpang Tiga depan Pasar Singosari dengan waktu tempuh 28 menit.

Sementara itu jalur lainnya adalah Malang-Kepanjen (15,6 kilometer masuk lewat Jalan Simpang Empat Gadang-Desa Kendalpayak-Simpang Tiga Karangduren dan keluar di Simpang Tiga Panarukan- Simpang Empat PLN Kepanjen dengan waktu tempuh 28 menit. Terakhir jalur Kepanjen-Sumberpucung (5,7 kilometer) dengan jalan masuk lewat Jalan Desa Pepen-simpang tiga Jalibar dan keluar di Simpang Empat Talangagung Kepanjen dengan waktu tempuh 8 menit.