Menteri Agama RI, Fachrul Razi (Foto: Igoy/MalangTIMES)
Menteri Agama RI, Fachrul Razi (Foto: Igoy/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pelarangan pemakaian cadar dan celana cingkrang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Menteri Agama Fachrul Razi menuai banyak kontroversi.

Di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Fachrul Razi menegaskan kembali soal pelarangan tersebut. Ia menyampaikan, cadar maupun celana cingkrang tidak ada kaitannya dengan ketaqwaan.

"Saya katakan jilbab (cadar) tiada kaitannya dengan ketaqwaan," tegasnya saat memberi Kuliah Tamu bertema "Meneguhkan Nilai-nilai Agama dan Kebangsaan dalam Menangkal Radikalisme Menuju Indonesia Maju" di Aula Rektorat UIN Malang, Kamis (21/11/2019).

Namun, ia juga menyampaikan bahwa ia tidak melarang penggunaan cadar.

"Tidak dilarang, silakan. Dan kalau orang punya pandangan berbeda silakan," ucapnya.

Hanya saja, ia menegaskan, PNS memiliki aturan sendiri.

"Tidak pernah saya larang. Silakan. Tapi PNS kalau ingin larang ya memang pantas karena memang PNS mempunyai aturan sendiri," terangnya.

Ia menyampaikan, memang sudah sepantasnya seorang pegawai negeri bertugas melayani masyarakat dengan ramah dan senyum.

"Sementara (kalau pakai cadar) senyumnya nggak kelihatan, keramahannya nggak kelihatan," imbuhnya.

Sehingga, diperbolehkan kementerian lain untuk melarang penggunaan cadar maupun celana cingkrang pada ASN.

"Niqab atau cadar saya katakan tidak ada kaitan dengan ketaqwaan," tegasnya sekali lagi.

Dengan adanya pernyataan dari Menteri Agama ini, Fachrul Razi menyampaikan, kementerian lain menjadi tenang apabila menegakkan aturan pelarangan cadar dan celana cingkrang terhadap ASN tersebut.

"Terutama teman-teman yang di kementerian agamanya non-muslim, mengatakan tenang. Tadinya ia tidak memperbolehkan PNS pakai cadar kuatir karena non-muslim. Tapi kalau Menteri Agama sudah ngomong gini ia akan menegakkan juga," ceritanya.

"Memang tidak semestinya memakai cadar. Tapi tidak kita larang. Memakai dimanapun silakan," timpalnya.

Sama halnya dengan cadar, celana cingkrang pun dikatakan Fachrul Razi tidak ada kaitannya dengan ketaqwaan.

"Celana cingkrang, celana gantung, saya katakan tidak ada kaitannya dengan ketaqwaan," tegasnya.

Ia pun juga tidak pernah melarangnya. Fachrul berdalih, ia saja hobi memakai celana cingkrang. Namun, mestinya ASN tetap menjalankan peraturan.

"Saya memang hobi memakai celana cingkrang, tapi di rumah saya. Jadi dilarang bagaimana? Orang saya aja pakek gimana melarang orang lain," katanya.

Ia meyakini, cadar dan celana cingkrang ini tidak ada kaitannya dengan ketaqwaan. Tujuan pelarangan penggunaan cadar dan celana cingkrang kepada ASN sendiri adalah agar ASN menegakkan kedisiplinannya.

"Tujuannya apa? Kembali supaya pegawai negeri segera bisa menegakkan disiplinnya sesuai ketentuan yang ada," tandas nya.