Beberapa petugas Bea Cukai dan Dinas Perdagangan Kota Malang saat melakukan sosialisasi kepada pedagang rokok di area Pasar Klojen, Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Beberapa petugas Bea Cukai dan Dinas Perdagangan Kota Malang saat melakukan sosialisasi kepada pedagang rokok di area Pasar Klojen, Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemahaman akan penjualan dan konsumsi rokok ilegal di masyarakat masih dinilai krusial. Hingga saat ini, komponen tersebut seakan menjadi momok yang selalu merugikan pendapatan negara.

Mengantisipasi maraknya peredaran rokok ilegal di masyarakat, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang bersama Bea Cukai Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur II melakukan sosialisasi Gempur Rokok Ilegal dengan 'Sobo Pasar' hari ini (Kamis, 21/11).

Selain memberikan sosialisasi di tempat, para petugas berkeliling area Pasar Klojen Kota Malang. Mereka melakukan pemantauan dan mengecek penjual rokok dengan memberikan pemahaman mengenai gambaran rokok ilegal yang tak boleh diperjualbelikan.

Kemudian, setiap toko juga mendapat tempelan stiker berisi sosialisasi Gempur Rokok dan pelanggaran Undang-Undang Cukai yang berisi gambaran pita cukai yang tepat dan yang tidak tepat.

Pengelola Pasar Klojen, Totok Winarno mengatakan jika selama ini di wilayah Pasar Klojen tidak pernah ditemui adanya jual beli rokok ilegal. Namun, dengan sosialisasi tersebut dirasa cukup membantu dalam memberikan pemahaman kepada penjual di area pasar.

"Karena memang rokok ilegal ini kan tidak diperbolehkan ya, bahkan penjualan online pun sudah dilarang. Beruntung sekali, kali ini disosialisasikan, dari tim pengelola juga rutin melakukan pengecekan penjualan rokok untuk mengantisipasi itu," ujar dia.

Salah satu pedagang rokok, Budi Waluyo merasa sosialisasi tersebut cukup membantu pedagang. Karena, ciri-ciri dari rokok ilegal bisa diketahui, sehingga memudahkan dirinya untuk mengantisipasinya. "Terbantu ya, kita bisa mengantisipasi adanya rokok-rokok bodong istilahnya. Tapi selama ini, kalau saya sebagai penjual belum pernah ada yang nawari dan konsumen juga ndak ada yang nyari," ungkap nya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kantor Wilayah Jatim II Surjaningsih menyatakan kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya dalam menekan jumlah peredaran rokok ilegal. Menyasar di 5 tempat, Pasar Klojen, Pasar Bunul, Pasar Madyopuro, Pasar Bareng, dan Pasar Oro-Oro Dowo.

Beberapa yang disampaikan, mengenai ciri-ciri rokok ilegal dan sanksi bagi yang melakukan pelanggaran berdasarkan UU no 39 tahun 2007 tentang cukai. Diantaranya, rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai (polos), dilekati pita cukai bekas, pita cukai palsu, pita cukai yang tidak sesuai jenis dan golongannya, pita cukai yang bukan haknya.

"Kita memberikan pemahaman ke masyarakat, apa sih rokok ilegal itu, kenapa tidak boleh dikonsumsi atau dibeli. Karena memang berbeda dan merugikan. Satu tanda yang pasti, rokok ilegal itu tanpa dilekati pita cukai (polos). Dan jika ada yang melanggar ancaman hukumannya itu bisa mencapai 1-5 tahun penjara," pungkas nya.