Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM saat berinteraksi dengan siswa TK dalam Seminar Nasional IGTKI Kota Malang. (Foto: Imarorul Izzah/MalangTIMES)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM saat berinteraksi dengan siswa TK dalam Seminar Nasional IGTKI Kota Malang. (Foto: Imarorul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ribuan tenaga pendidik Taman Kanak-Kanak se-Kota Malang memenuhi gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Selasa (19/11/2019). Para tenaga pendidik yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia (IGTKI) Cabang Kota Malang tersebut mengikuti Seminar Nasional (Semnas).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM memberikan beberapa wejangan dalam Semnas tersebut.

Ia mengatakan, apabila niat peserta guru TK hanya karena ingin mencari kesibukan, maka hanya kesibukan saja yang diperoleh dan hasilnya akan biasa saja.

"Namun apabila menjadi seorang guru diawali dengan niatan tranfer ilmu, mendidik, membimbing, mengajar dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak baik menjadi baik, maka selain memperoleh kepuasan batin, mendapatkan penghasilan walaupun tidak seberapa, Insya Allah akan memperoleh pahala yang terus mengalir sepanjang ajaran baik yang ditanamkan pada peserta didik senantiasa dipraktikkan sepanjang hidup siswa siswi Bapak dan Ibu sekalian," tuturnya.

Lebih lanjut, wanita berhijab itu juga menyampaikan pepatah "Ajining diri soko lathi, ajining rogo soko busono". Yang artinya, harga diri seseorang dari lidahnya (omongannya), dan harga diri badan dari pakaian.

"Manakala Bapak dan Ibu berbusana apa adanya, terlebih sembarangan, maka anak tidak akan menghormati. Pun demikian manakala apa yang Bapak Ibu ucapkan tidak konsisten, tidak tepat sesuai janji dan berbohong, maka anak tidak lagi mempercayai Bapak dan Ibu sekalian," terangnya.

Zubaidah juga membeberkan perihal pendidikan karakter yang saat ini diimplementasikan di Kota Malang.

Katanya, saat ini Pemerintah Kota Malang yang dipimpin oleh Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko bersama jajarannya terus menumbuhkembangkan pendidikan karakter yang diimplementasikan oleh Dinas Pendidikan melalui sekolah.

"Salah satu pembiasaan sederhana yakni tata cara bersalaman dengan orang yang lebih tua. Tadi ada beberapa anak kecil hadir di sini. Saya ingin berinteraksi dengan mereka," ucap Zubaidah yang langsung disambut antusias tiga orang siswa TK dan berinteraksi langsung.

Pada Seminar Nasional ini, Zubaidah juga menjabarkan Kebijakan Dinas Pendidikan Kota Malang dalam rangka menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang harus diantisipasi dengan kesiapan kematangan intelektual, kematangan spritual, kematangan emosional dan kematangan sosial, sehingga mampu berdaya saing.

Zubaidah pun mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh IGTKI Kota Malang tersebut. Baginya, kegiatan pada hari ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kompetensi diri, memperluas khasanah keilmuan dan nantinya manakala di implementasikan dengan baik, akan baik pula mutu pembelajaran pada satuan pendidikan jenjang TK.

Sementara itu, Ketua IGTKI Kota Malang Lutfiyah SPd SPsi MPd mengatakan, Seminar Nasional tersebut merupakan salah satu rangkaian dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2019 sekaligus Hari jadi PGRI ke 74 Tahun. Adapun guru TK yang tergabung dalam IGTKI Kota Malang yang mengikuti kegiatan ini sejumlah kurang lebih 1.800 orang.

"Kami berharap melalui Seminar Nasional yang mengambil tema Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran dan Penguatan Kepala Taman Kanak-Kanak di Kota Malang ini mampu meningkatkan pola pembelajaran guru TK pada peserta didik, sikap dan sifat managerial serta leadership kepala TK yang pada akhirnya nanti mampu meningkatkan kualitas pendidikan Taman Kanak Kanak di Kota Malang," tukasnya.