Kepala BP2D Kota Malang, Ade Herawanto, (BP2D For MalangTIMES)
Kepala BP2D Kota Malang, Ade Herawanto, (BP2D For MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjelang akhir tahun 2019, Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang kembali mengimbau kepada masyarakat, khususnya Wajib Pajak (WP) untuk segera membayar dengan sukarela kewajiban pajaknya yang belum dibayar.

Kepala BP2D Kota Malang, Ade Herawanto, menegaskan pajak yang dibayarkan masyarakat akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat dalam berbagai bentuk pembangunan. 

"Itu (pajak) bukan untuk kepentingan Pemerintah Kota Malang. Itu untuk dikembalikan bagi kemakmuran masyarakat Bhumi Arema. Sehingga kami berharap masyarakat Kota Malang tetap semangat dalam upaya memenuhi kewajiban perpajakan daerah dan selalu meningkatkan kesadarannya tersebut demi pembangunan Bhumi Arema," jelasnya di sela kegiatan Warga Bertanya, Malang Menjawab (WBM2) (20/11/2019).

Selain itu, dengan waktu yang tinggal satu bulan ini, pihaknya juga mengimbau masyarakat yang melakukan jual beli properti segera mengurus Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPBTB) sebelum berlakunya tarif baru Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) pada tahun depan.

"Masih ada waktu satu bulan lagi, sebelum pencetakan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT-PBB). Kami mengingatkan kepada warga yang tengah melakukan transaksi jual beli properti, masih ada waktu hingga awal Desember nanti untuk mengurus BPHTB. Karena mulai awal tahun 2020 akan ada penyesuaian NJOP sesuai aturan yang berlaku," terang pria yang juga Frontman D'Kross ini.

Sementara itu, program WBM2 merupakan upaya BP2D merespons pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat Kota Malang. Pertanyaan masyarakat yang dikirimkan ke akun resmi Pemkot Malang, kebanyakan memang menanyakan persoalan pajak maupun bagaimana cara pembayaran pajak daerah.

"Di antaranya pertanyaan soal pajak online, pajak parkir maupun cara pembayaran pajak daerah dan lainnya," pungkas Ade Herawanto.