Pemred MalangTimes Heryanto saat menjadi pembicara dalam FLLAJ Kabupaten Malang (Nana)
Pemred MalangTimes Heryanto saat menjadi pembicara dalam FLLAJ Kabupaten Malang (Nana)

MALANGTIMES - Mengusung tema peran forum lalu lintas dan angkutan jalan (FLLAJ) dalam menghadapi tantangan dan peluang era revolusi industri 4.0, acara ke-dua yang dibesut oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, diisi oleh narasumber dari Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Online  MalangTimes Heryanto.

Baca Juga : Tanggapan Resmi Gojek dan Grab soal Fitur Ojek Online yang Hilang dari Aplikasi

Pengambilan tema FLLAJ yang semakin fokus dalam pelibatan masyarakat yakni terkait era 4.0 menjadi relavan untuk dibahas serta didiskusikan dengan persoalan saat ini, khususnya di Kabupaten Malang.

Dimana, telah terjadi pergeseran medium dalam menjawab berbagai persoalan, baik di dalam pemerintahan maupun dalam masyarakat itu sendiri. 

Tak terkecuali persoalan lalu lintas dan angkutan jalan yang ada di Kabupaten Malang. 

Teknologi digital tak bisa lagi ditampik menjadi salah satu medium untuk memberikan berbagai solusi terkait persoalan yang ada, khususnya bagi generasi millenial di Kabupaten Malang.

"Kabupaten Malang memiliki banyak pemuda dalam ranah teknologi digital misalnya para youtuber atau influencer ternama. Maka mereka yang masuk dalam generasi milenial ini yang patut dirangkul oleh pemerintah untuk mengusung program secara kekinian," ucap Heryanto dalam paparannya di depan ratusan peserta FLLAJ Kabupaten Malang, Rabu (20/11/2019).

Tak terkecuali di bidang lalu lintas dan angkutan jalan yang kini memiliki kembali wadah atau forum yang berisikan unsur Pemkab Malang dan masyarakat sebagai anggotanya. 

Bapak satu anak ini berharap bahwa generasi milenial inilah yang juga dirangkul dan difungsikan untuk melakukan berbagai sosialisasi, laporan mata terkait lalu lintas dan angkutan jalan, melalui teknologi digital yang dikuasainya.

Pasalnya, aktivitas di era Revolusi Industri 4 0 ini sebagian besar dikendalikan dengan kecanggihan teknologi digital dengan berbagai platform media sosial yang ada. 

Tercatat, hampir separuh penduduk Indonesia sudah menggunakan internet untuk berbagai aktivitas kesehariannya. 

Dimana laporan Wearesocial, mencatat jumlah pengguna internet Indonesia 2018 lalu sudah mencapai 132 juta dengan 60 persennya terbiasa mengakses internet lewat smartphone.

Maka, lanjut Heryanto, kondisi inilah yang perlu dimanfaatkan Pemkab Malang dalam menghadapi era revolusi 4.0 terkait lalu lintas dan angkutan jalan.

Suasana FLLAJ Kabupaten Malang saat Pemred MalangTimes memberikan paparannya (Nana)

"Salah satu caranya misalnya dengan membentuk grup medsos di FLLAJ untuk menguatkannya. Ini agar lalu lintas komunikasi dan informasi bisa ter update terus menerus dari masyarakat. Termasuk menjaring masukan penting bagi Pemkab Malang," ujarnya yang juga tak lupa memberikan apresiasinya kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Malang yang telah menunjukkan kepada khalayak ramai, bahwa Pemkab Malang dalam mengawal berbagai programnya tak ingin tertinggal dan mengikuti zaman saat ini.

Heryanto juga menyampaikan ada energi besar dari keberadaan generasi milenial yang diwakili para youtuber atau influencer asli Kabupaten Malang yang menunggu untuk dirangkul dan diberi apresiasi oleh Pemkab Malang dalam menjalankan perannya.

Baca Juga : PSBB Jakarta, 5 Perjalanan KA Jarak Jauh Daop 8 Surabaya Dibatalkan

"Rangkul dan apresiasi serta jadikan ujung tombak generasi milineal ini untuk berbagai program pemerintahan. Tugas Pemkab adalah menguatkan kesadaran mereka terkait lalu lintas dan angkutan jalan, sehingga mereka nantinya akan jadi mata dan suara dalam menyuarakan persoalan itu secara kekinian melalui medsos," ujarnya yang juga berharap FLLAJ bisa lebih diaktifkan dan dikaryakan dengan digital di era 4.0.

Dari paparan Heryanto kepada FLLAJ Kabupaten Malang, khususnya Pemkab Malang ada beberapa point yang tentunya bisa dijadikan alternatif solusi terkait tantangan era 4.0.

Pertama, manfaatkan kecanggihan digital melalui ruang-ruang aktivitas dunia maya seperti media sosial, media online dan grup Whatsapp untuk pintu komunikasi program berkaitan dengan lalu lintas. 

Kedua, kaum milenial harus dijadikan ujung tombak penguatan dan pendewasaan informasi seputar lalu lintas dilanjut dengan memanfaatkan instrumen sosialisasi paling efektif di era berbasis online seperti sekarang, salah satunya misalnya dengan memanfaatkan para influencer Kabupaten Malang untuk sosialisasi seputar lalu lintas.

Keempat, rangsang masyarakat terlibat aktif dengan program-program kreatif di dunia maya seputar lalu lintas. 

Kelima, memberikan apresiasi dan reward terhadap masyarakat yang menyuarakan hal-hal positif terkait bidang lalu lintas di dunia maya.

Terakhir, membuat forum Lalu Lintas berbasis digital yang setiap saat bisa berkomunikasi bahkan memviralkan hal-hal positif terkait dunia lalu lintas dan angkutan jalan.

"Jadi saran kami terkait ini adalah harus berani memanfaatkan kecanggihan teknologi digital untuk kemudahan segala kepentingan dan kemanfaatan. Karena tidak berani bergaul lebih akrab dengan dunia digital siap-siap ketinggalan zaman," tandas Heryanto.