Tersangka mutilasi Sugeng Santoso (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Tersangka mutilasi Sugeng Santoso (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masih ingat kasus mutilasi seorang wanita Mrs x di Pasar Besar Kota Malang yang di mutilasi oleh Sugeng Santoso ?

Ya saat ini proses kasusnya telah memasuki persidangan keempat di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang dengan agenda pembuktian alat bukti jaksa dengan menghadirkan saksi fakta.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

Dan dalam persidangan hari ini (20/11/2019),  ada hal yang menarik dalam persidangan. 

Sebab, satu dari empat saksi yang hadir dalam persidangan sempat menolak memberikan kesaksian jika terdakwa Sugeng masih berada di dalam ruang sidang.

Hal itu lantaran pihak saksi yang bernama Slamet (49), yang notabene merupakan rekan Sugeng tersebut, merasa ketakutan karena dulu sempat diancam oleh Sugeng karena hal sepele.

"Sempat diancam karena masalah sego (nasi). Diancamnya setelah kasus itu," ungkap Slamet saat ditemui di sela sidang.

Akibat ketakutan dari Slamet tersebut, persidangan sempat terhenti. 

Namun kemudian hakim melanjutkan sidang dengan mempersilakan saksi lain untuk memberikan keterangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wanto Hariyono membenarkan jika saksi bernama Slamet sempat ketakutan saat akan memberikan kesaksian karena masih ada terdakwa Sugeng di ruang sidang.

Saksi takut karena pernah mendapat ancaman dari Sugeng.

"Sempat ketakutan. Hari ini ada empat saksi yang dihadirkan dari total 16 saksi. Sidang nantinya berlanjut pemeriksaan saksi. Kalau terdakwa ini didakwa 340 dan 338, ancaman 20 tahun penjara hingga mati ," ungkapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Sugeng, dari LBH Peradi Malang, Iwan Kuswardi mengatakan jika kliennya tidak pernah mengancam kepada Slamet.

"Sugeng sudah menerangkan jika dia tidak pernah mengancam si Slamet ini. Dan si Sugeng juga bingung, saudaranya yang mana, di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sugeng sudah tidak dianggap jadi saudara," jelasnya.

Baca Juga : Tulis "Bubarkan Negara", 10 Orang Ini Diciduk Polisi

Menurutnya, dari keterangan tiga saksi lainnya, sangatlah rasional dan tidak ada yang dibantah Sugeng. 

Namun untuk satu saksi, yakni Slamet ini, sangatlah tak rasional. 

Sebab, ketika ditanya Jaksa, Hakim maupun pengacara, jawabannya tak sama.

" Yang satu saksi ini memang dibantah Sugeng. Apalagi katanya si saksi (Slamet) kenal dengan cewek (korban mutilasi), tapi katanya Sugeng dia (Slamet) tak kenal dengan korban," terangnya.

Dijelaskan juga oleh Iwan, jika pembelaan yang ia lakukan lantaran, ia merasa ada hal-hal yang membuat Sugeng layak dibela. 

Namun,  pihaknya belum menjelaskan secara detail mengenai hal-hal yang dimaksud.

"Saya ingin masyarakat yang tidak mampu juga mendapatkan perlakuan yang sama dengan masyarakat yang punya uang. Mereka oleh negara dilindungi haknya, maka di sinilah kami hadir melalui LBH," pungkasnya.