Mal Alun-Alun (Mal Ramayana) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Mal Alun-Alun (Mal Ramayana) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keberlanjutan nasib pengelolaan Mal Alun-Alun Kota Malang (Ramayana) masih mengambang. Lantaran, nilai apraisal untuk penentuan sewa menyewa dengan PT Ramayana belum juga keluar.

Padahal, masa kontrak sewa gedung aset Pemerintah Kota (Pemkot) Malang itu dengan perusahaan sebelumnya yakni PT Sadean Intramitra Corporation (SIMC) telah berakhir pada 15 November yang lalu.

Upaya untuk segera menentukan harga sewa juga telah dilakukan Pemkot Malang. Melalui Dinas Perdagangan (Disdag), sejumlah tenant atau penyewa tempat telah dikumpulkan untuk membicarakan kontrak lanjutan, hanya saja masih sebatas tanda tangan saja. Karena, proses harga sewa menyewa itu masih menunggu hasil apraisal.

"Belum (nilai apraisalnya). Kita sudah minta dinas terkait, sudah dikumpulkan dan diberi penjelasan kalau sudah selesai. Nanti akan ditentukan jumlah kesepakatan, sewanya berapa itu sesuai apraisal," ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Namun, pihaknya juga belum bisa memastikan kapan tim apraisal dapat menentukan harga sewa Mal Alun-Alun tersebut. Karena, menurut dia indikator dalam penghitungan sewa tidak hanya sekedar melihat ukuran tempat saja. Melainkan juga terkait nilai investasi, dan yang lainnya.

"Porsinya kan tidak segampang yang dibayangkan, bukan hanya apraisal nilai jumlah berapa, tapi gedung ini nilainya berapa. Sehingga kita masuk pada aset daerah, yang dulu tanah sekarang dengan bangunan yang begini menjadi sekian, nanti masuk di khas neraca," imbuhnya.

Karenanya, Pemkot Malang saat ini menunjuk Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL Malang) sebagai pengatur harga sewa tersebut. Pria yang akrab disapa Aji ini juga memastikan, jika nanti telah disepakati maka hasil sewa menyewa gedung mal Alun-Alun itu bakal segera dipublikasikan.

"Kita dengan KPKNL untuk menentukan itu (sewa) biar tidak menggantung. Nanti akan saya publish, supaya masyarakat tau semua bahwa itu nanti masuk ke khas daerah," tandas nya.