Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi (empat dari kanan) bersama Bupati Malang Sanusi dan muspika saat pembukaan acara FLLAJ kali kedua. (Nana)
Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi (empat dari kanan) bersama Bupati Malang Sanusi dan muspika saat pembukaan acara FLLAJ kali kedua. (Nana)

MALANGTIMES - Penyelenggaraan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Malang menuai banyak apresiasi. Pasalnya, dalam pelaksanaan yang kedua kali tersebut, lebih banyak elemen masyarakat yang dilibatkan.

Sebelumnya, pelaksanaan FLLAJ lebih banyak melibatkan unsur pemegang kebijakan dan stake holder terkait. Namun, hari ini (20/11/2019) pesertanya lebih didominasi oleh peserta dari unsur masyarakat. Baik, tokoh agama, akademisi, media, bank, pengusaha perusahaan otobus, sampai komunitas disabilitas. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang yang juga ketua FLLAJ Hafi Lutfi yang menyatakan, di forum kedua kalinya ini peserta atau audien yang hadir 50 persen lebih dari unsur masyarakat.

"Di forum ini memang lebih banyak kita undang masyarakat. Sehingga, nantinya diharapkan akan semakin menguatkan sinergi dan jadi jembatan bagi pemerintah dalam persoalan lalulintas dan angkutan jalan di Kabupaten Malang," ujar Hafi, usai kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah makan di Kepanjen.

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang itu menambahkan, pelibatan masyarakat, sebenarnya telah terlihat dalam struktur keorganisasian FLLAJ Kabupaten Malang. Sehingga, dibutuhkan pertemuan-pertemuan untuk mengurai persoalan-persoalan lalu lintas untuk dapat direalisasikan bersama-sama.

Selain itu, pelibatan masyarakat juga untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang menjadi milik bersama. Sebab, persoalan lalu lintas dan angkutan jalan tak mungkin diwujudkan secara sepihak oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang saja.

"Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ini yang jadi filosofi adanya FLLAJ di Kabupaten Malang," tegasnya.

Pemberian ruang bagi masyarakat untuk urun rembug pun mendapat apresiasi dari audien FLLAJ yang hadir. Salah satu mahasiswa, Noval Aprilio menyampaikan, pelibatan mahasiswa atau dari unsur akademik menjadi ruang positif bagi pembangunan lalu lintas dan angkutan jalan. Menurut Noval, kedua persoalan tersebut cukup mendesak di era revolusi industri 4.0 saat ini. 

"Kita apresiasi dilibatkan dalam forum ini. Minimal dengan dilibatkannya kita bisa ikut serta memberikan berbagai alternatif dalam penyusunan rancangan terkait hal itu. Selain tentunya kita sangat mengapresiasi kepada FLLAJ Kabupaten Malang, memberi kesempatan kepada kami untuk menambah wawasan," ucap mahasiswa ITN Semester 3 itu.

Menurut Noval, selama ini lalu lintas di Kabupaten Malang secara umum telah tertata secara baik. Berbagai jalan telah dan terus diperlebar dengan adanya pertumbuhan penduduk.

"Kami pandang sudah baik, tinggal bagaimana menyiapkan jaringan lalu lintas dan angkutan jalan yang tak hanya di Kabupaten Malang saja, tapi Malang Raya. Sehingga, tak ada lagi berbagai kemacetan di titik-titik wilayah penghubung tiga wilayah itu," urainya.

Senada, Citra Realita dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pun menyatakan apresiasi atas pelibatan unsur perbankan. Hal itu dinilai akan semakin memperkuat proses pelibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam persoalan lalu lintas dan angkutan jalan.

Citra mengatakan, pihaknya tentu tak lepas dari persoalan itu. Walaupun secara sepintas tak memiliki hubungan langsung dengan persoalan itu, tapi selalu ada korelasinya. "Pertama kita apresiasi langkah forum melibatkan kami, karena sebenarnya ada keterkaitan juga dengan pihak perbankan. Misalnya, terkait pengajuan kredit kendaraan yang dimungkinkan berhubungan dengan perbankan. Contohnya bagaimana kami bisa terlibat dalam persoalan uji kir kendaraan," ujarnya.

Wanita berhijab ini melanjutkan, untuk ajuan kredit kendaraan, dimungkinkan adanya persyaratan terkait uji kir. "Sehingga secara langsung antara kami dengan Dishub juga bisa saling mengisi terkait hal itu," ucap Citra yang juga ingin mengetahui lebih luas terkait peranan dari Dishub dan FLLAJ.

"Ini pertama kalinya kami ikut dalam forum seperti ini. Sekali lagi kami apresiasi dan semoga ada kelanjutannya ke depan. Mungkin per triwulan atau per semester terkait hal itu," pungkasnya.