Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat (kiri) memberi apresiasi atas antusiasme peserta Sanitation Awards. (Nana)
Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat (kiri) memberi apresiasi atas antusiasme peserta Sanitation Awards. (Nana)

MALANGTIMES - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang kembali menggelar Sanitation Awards tahun 2019 ini. Setelah terbilang sukses pada 2018 lalu, lomba terkait pengelolaan air limbah domestik oleh kelompok pemanfaat pemelihara (KPP) tahun ini diklaim lebih banyak pesertanya.

Keterlibatan peserta yang berasal dari KPP dalam Sanitation Awards 2019 menjadi bagian penting dalam menguatkan kesadaran dalam program besar penuntasan 100 persen sanitasi. 

Baca Juga : Persiapan Capai 90 Persen, Rusunawa ASN Siap Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Hal ini ditegaskan oleh Wahyu Hidayat, kepala DPKPCK Kabupaten Malang. Dia menyampaikan, persoalan sanitasi tak bisa lepas dari peran masyarakat, dalam hal ini KPP.

"Persoalan sanitasi bukan hanya bisa selesai dengan dibangunnya instalasi pembuangan air limbah (IPAL) saja. Tapi lebih bagaimana masyarakat penerima manfaat tersebut bisa memanfaatkan, menjalankan, serta menumbuhkan kesadaran terkait persoalan sanitasi di wilayahnya," ucapnya kepada MalangTIMES, Selasa (19/11/2019).

Salah satu upaya untuk merangsang tumbuh masifnya kesadaran atas sanitasi adalah melalui Sanitation Awards yang dilakukan secara periodik oleh DPKPCK Kabupaten Malang. "Lewat lomba ini, kami berikan stimulus kepada masyarakat atau KPP untuk lebih kreatif, inovatif, dan patuh administrasi dalam manajemen pengelolaan air limbah domestik. Alhamdulillah, peserta tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu," ujar doktor ilmu sosial ini.

Tercatat, Sanitation Awards 2019 yang dimulai dari November-Desember 2019 datang diikuti oleh 108 KPP di berbagai wilayah di Kabupaten Malang. Jumlah yang terbilang banyak dibandingkan perhelatan yang sama  tahun 2018.

Hal ini memperlihatkan adanya antusiasme tinggi masyarakat dalam persoalan besar terkait sanitasi yang menjadi bagian pemicu lahirnya stunting yang kini menjadi perhatian serius pemerintah.  Antusiasme itu, kata Wahyu, cukup menggembirakan dengan target penyelesaian pembangunan sanitasi yang sampai saat ini masih berkisar di angka 83 persen lebih. 

"Kami sangat apresiasi banyaknya peserta. Tentu inilah yang sebenarnya bisa membuat program berjalan cepat dan tepat sasaran dan manfaatnya," ujarnya.

Apresiasi itu pun nantinya bagi yang keluar sebagai pemenang akan diganjar dengan beberapa penghargaan dan hadiah, baik berupa piagam, sertifikat, pompa 1 set, crane dan peralatan lainnya, oleh DPKPCK Kabupaten Malang.

Baca Juga : Mudik ke Kota Malang di Tengah Wabah Covid-19, Siap-Siap Tinggal di Rumah Karantina

Tapi, menurut Wahyu, yang terpenting adalah tumbuhnya kesadaran yang semakin masif di dalam masyarakat terkait pengelolaan air limbah domestik yang menjadi faktor pencemar lingkungan di Kabupaten Malang sampai saat ini.
"Ini yang kami tuju lewat lomba. Ada kesadaran yang terus tumbuh dan masif di masyarakat terkait persoalan sanitasi di lingkungannya masing-masing. Selain itu, KPP  akan semakin patuh administrasi dalam memanajemen pengelolaan air limbah domestik ini," ucapnya.

Seperti diketahui, ada beberapa persoalan di tubuh KPP yang selama ini terus diminimalisasi oleh DPKPCK Kabupaten Malang. Yakni terkait masalah teknis, manajemen, sumber daya manusia, keuangan serta sosial dalam tubuh KPP. Baik melalui berbagai sosialisasi dan penguatan internal sampai pada lomba Sanitation Awards ini.

Terpisah, Tuwi, salah satu KPP Desa Jatikerto, Kromengan, membenarkan persoalan itu. Sehingga pada lomba tahun 2019 ini, dirinya berharap bisa jadi bagian dalam meminimalisasi kendala-kendala itu.

"Harapan kami seperti itu. Lomba ini bisa jadi ajang untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam persoalan sanitasi. Terkait penghargaan, bagi kami sendiri, hanyalah stimulus," ucapnya.