Pelaku yang nampak terpincang-pincang setelah ditembak petugas usai beraksi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Pelaku yang nampak terpincang-pincang setelah ditembak petugas usai beraksi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - S (26) warga Tempuran, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan dihadiahi timah panas petugas yang mengenai kedua kakinya. 

Hal itu lantaran pria yang berprofesi sebagai tukang kayu ini merupakan pelaku curanmor yang ketahuan beraksi mencoba kabur dan melawan petugas.

Pelaku saat itu beraksi di Jalan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada 11 November 2019, sekitar pukul 04.00 WIB. 

Saat itu pelaku juga telah berhasil membawa kabur sepeda motor korban yang terparkir didalam halaman rumah.

Kapolres Malang Kota,  AKBP Dony Alexander SIK, MH, menjelaskan, jika pelaku masuk ke rumah pelaku dengan merusak gembok pagar menggunakan kunci T besar, sehingga gembok bisa dirusak dengan mudah.

"Pelaku saat beraksi tak sendiri, namun bersama temannya. Jadi pelaku yang masuk untuk eksekusi, sementara teman pelaku berinisial M menunggu didepan korban," jelasnya

Setelah berhasil membawa kabur motor, petugas yang sebelumnya sudah mengetahui aksi pelaku, kemudian langsung mengejar pelaku. 

Mengetahui dikejar, pelaku dan rekannya berupaya kabur. 

Bahkan, pelaku saat dipepet untuk diberhentikan petugas sempat menendang petugas.

Petugas dan pelaku, akhirnya sempat kejar-kejaran sejauh 400 meter dari TKP.  

Dan disaat kejar-kejaran tersebut, pelaku tak kunjung juga menyerah. 

Petugas akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan, namun tembakan tersebut tak dihiraukan pelaku.

"Karena tembakan tak dihiraukan, petugas akhirnya menembak kearah pelaku, namun tembakan sempat mengenai bodi sepeda motor hingga berlubang. Sekitar 4 kali tembakan ada yang mengenai kaki pelaku hingga pelaku roboh dan berhasil diamankan," jelasnya.

Saat diperiksa, pelaku mengaku baru lima kali beraksi bersama rekannya yang kini buron. 

Motor hasil curian pelaku beberapa sudah dijual.

Saat ini petugas masih terus melakukan pendalaman pada pelaku.

"Untuk kaitan pelaku dengan kasus-kasus lainnya, atauakah pelaku merupakan jaringan yang sebelumnya tertangkap dulu-dulu, kami masih melakuakn pendalaman. Pelaku dikenakan pasal 363 tentang curat dengan hukuman penjara 5 tahun," pungkasnya.