Petugas BP2D Kota Malang saat apel. (Doc MalangTIMES)
Petugas BP2D Kota Malang saat apel. (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, memiliki unit pelaksana lapangan (UPL) atau satgas per jenis pajak yang tampaknya tak dimiliki dinas atau badan pemungut pajak di daerah lain. Sukses BP2D Kota Malang dalam mencapai target perolehan pajak juga tidak lepas dari peran UPL atau satgas per jenis pajak itu.

Unit tersebut memiliki tugas dalam optimalisasi pemungutan pajak dan melakukan pengecekan di lokasi-lokasi hiburan yang bisa saja berlangsung dalam waktu bersamaan. "Misalkan ada Arema, kemudian ada konser musik di Rampal, pentas musik di Graha Cakrawala. Nah saat itu kan butuh banyak petugas. Dengan menerjunkan UPL hiburan, beres. Kalau mengandalkan bidang, hal ini masuk bidang pendataan pendaftaran dan penetapan (P3), kan personelnya sedikit," jelas Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto melalui Kepala Kabid Penagihan dan Pemeriksaan Dwi Cahyo TY.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Selain optimalisasi dalam hal pemungutan, adanya UPL ini  juga mengoptimalisasi transfer knowledge antar-petugas BP2D sehingga semakin meningkatkan kemampuannya dalam hal pajak. Sebab, personel  UPL itu berasal dari semua bidang.

"Jadi, juga transfer ilmu. Misalnya petugas yang sehari-hari bertugas di pajak PBB. Nah dia kemudian jadi tahu bagaimana cara menghitung pajak hiburan. Ya misalnya Fauzan, salah satu petugas di bidang saya. Sehari-hari kan kasubid penyelesaian sengketa. Tapi dia ditunjuk juga sebagai ketua UPL parkir," terang Cahyo.

Dengan danya UPL atau satgas tersebut, petugas BP2D tak kalang kabut dalam melakukan pemungutan dan tetap optimal dalam memungut pajak hiburan. "Jadi, misalnya mendadak ada hiburan di banyak tempat. Di Gor Ken Arok, Rampal dan lain-lain, tinggal calling saja. Semua sudah kebagian tugas membawa checker," ungkapnya.