Isi Liburan Akhir Pekan, Siswa-Siswi SMA/SMK di Malang Belajar Menulis di Alam

Nov 17, 2019 17:45
Redaktur MalangTIMES, Nurlayla Ratri saat memberikan materi (dokumentasi MalangTIMES)
Redaktur MalangTIMES, Nurlayla Ratri saat memberikan materi (dokumentasi MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kegiatan berkemah banyak dilakukan pelajar untuk mengisi liburan akhir pekan. Berbeda dengan konsep camping kebanyakan, sebanyak 60 siswa-siswi dari tiga SMA/SMK di Malang memadukannya dengan workshop menulis. 

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?


Kegiatan yang bertajuk Literasi Camp 2 itu berlangsung di wana wisata Coban Jahe, Tumpang, Kabupaten Malang. Selama dua hari, mulai Sabtu (16/11/2019) hingga hari ini (17/11/2019) mereka mengikuti berbagai kegiatan yang menggandeng Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Malang itu. 


Koordinator Literasi Camp 2, Armia Hikmaturrachmi mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar siswa-siswi yang ikut bisa mengisi liburan dengan kegiatan positif. Selain itu, sekaligus memfasilitasi anak-anak yang ingin memperdalam pengetahuan tentang dunia kepenulisan. 


"Total ada 61 peserta dari 3 sekolah, yakni SMA Negeri 5 Kota Malang, SMK Negeri 4 Kota Malang, serta SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur," ujar Rachmi, sapaan akrabnya. Menurut dia, kegiatan serupa sudah pernah dilakukan sebelumnya. Namun, terbatas untuk SMKN 4 Kota Malang. 


Tahun ini, pihaknya berupaya menggandeng sekolah-sekolah lain yang memiliki semangat serupa. "Juga ada ajakan dari Perpustakaan Kota Malang, jadinya dibuat acara ini. Ini acara gabungan tiga sekolah, jadi ada suasana berbeda bagi siswa yang ikut," terang pustakawan SMKN 4 Kota Malang itu. 


Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menghadirkan lima pembicara. Di antaranya terkait Pengembangan Perpustakaan Sekolah oleh Santoso Margono dari Perpustakaan Kota Malang, Gerakan Literasi Masyarakat oleh penggerak literasi Risna Kongbu. 


Juga ada materi Motivasi Menulis dan Berkarya oleh Redaktur MalangTIMES, Nurlayla Ratri dan novelis Nia Kiena. Serta pengetahuan Gerakan Literasi Sekolah oleh Ummu. "Ada tips-tips juga, ada praktek juga. Bagi anak-anak yang sudah menulis, baik puisi, cerpen, dan lain-lain juga diarahkan untuk konsultasi karya," tutur perempuan berkacamata itu.


Pemilihan lokasi Coban Jahe pun bukan tanpa alasan. Suasana segar hutan dan air terjun diharapkan membuat peserta lebih mudah mengeluarkan ide-ide mereka. "Karena kan menulis di alam ini mengasyikkan, jadi harapannya anak-anak lebih fresh," sebutnya.

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April


Tak hanya itu, karya-karya peserta Literasi Camp 2 juga akan dikompilasi menjadi buku. Sementara foto-foto yang diambil di lokasi, akan diseleksi untuk kemudian dipamerkan secara bergilir di tiga sekolah tersebut. "Anak-anak harapannya menghasilkan satu buku, beberapa kelompok jadi satu atau satu anak satu buku," terangnya. 


Salah satu peserta kegiatan, Tia mengaku kegiatan tersebut cukup menginspirasi. "Kan bisa ketemu penulis-penulis langsung, sharing cara dan proses kreatif. Ketemu banyak teman baru juga," terang siswi SMKN 4 Kota Malang itu.

 

Topik
MalangBerita MalangRedaktur MalangTIMESNurlayla RatriLiterasi Camp 2wisata Coban Jaheworkshop menulis malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru