Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Proyek Malang Creative Centre (MCC) masih menjadi perhatian publik hingga sekarang.

Sederet protes terus dilayangkan untuk pembangunan gedung pusat kreatif yang menghabiskan anggaran mencapai Rp 125 Miliar itu.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menyampaikan protes yang terus berdatangan itu telah ditindaklanjuti.

Sebelumnya dewan telah melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri. 

Hasilnya, pembangunan MCC masih dapat dikoreksi dan dievaluasi kembali.

"Jadi kami sudah ke Kemendagri. Di sana kami diberitahu jika revisi bisa dilakukan selama Detail Engineering Desain (DED) MCC belum jadi," katanya, Minggu (17/11/2019).

Dari hasil pertemuan tersebut, Made menjelaskan pihaknya diminta untuk melakukan konsultasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sehingga, Senin (18/11/2019) besok ia berencana nyambangi Provinsi Jatim.

"Jadi kami akan evaluasi APBD yang sudah disahkan di Badan Musyawarah (Banmus) tanggal 18 besok," imbuhnya.

Made menyampaikan, evaluasi tersebut dilakukan lantaran banyak protes yang disampaikan masyarakat. 

Sehingga dewan menilai perlu dilakukan evaluasi berkaitan dengan pemanfaatan anggaran hingga tinggi bangunan.

Sebab selama ini, Pemerintah Kota Malang dinilai belum bisa menjelaskan secara detail erkait fungsi bangunan MCC itu sendiri. 

Terutama dengan tingginya yang mencapai delapan lantai. 

Dia menilai, MCC bisa dibangun setinggi satu hingga tiga lantai saja.

"Masih banyak yang bisa dipertimbangkan. Sehingga kami mendorong untuk dilakukan evaluasi," terangnya.

Lebih jauh dia menyampaikan dalam tahap evaluasi tersebut Provinsi Jatim mengizinkan dilakukan perubahan dan aturan hukumnya kuat, maka anggaran yang ditetapkan dalam MCC sebelumnya akan dikonsentrasikan pada pembangunan Jembatan Muharto.

"Fokus utama kami saat ini adalah Jembatan Muharto. Karena Muharto merupakan yang paling urgent saat ini," pungkas Made.