Kegiatan ibadah warga di sekitar pantai Balekambang, dimana ada harapan besar di lokasi itu terbangun masjid (PD Jasa Yasa for MalangTimes)
Kegiatan ibadah warga di sekitar pantai Balekambang, dimana ada harapan besar di lokasi itu terbangun masjid (PD Jasa Yasa for MalangTimes)

MALANGTIMES - Kebutuhan pembangunan masjid di lokasi wisata Pantai Balekambang dinilai mendesak. Pasalnya, pengunjung destinasi unggulan Kabupaten Malang itu masih didominasi wisatawan domestik.

Artinya, kebanyakan merupakan umat Islam yang membutuhan masjid sebagai sarana ibadah. Selain itu, fasilitas tersebut juga terkait dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, pada 2018 lalu jumlah wisatawan domestik yang datang ke Bhumi Arema ini mencapai 7 juta orang. Sementara jumlah wisatawan mancanegara hanya sekitar 100 ribu orang di tahun yang sama.

Dari sisi tujuan wisata, kunjungan ke pantai juga masih mendominasi. Pasalnya, secara kuantitas mencapai 25 persen dari seluruh lokasi wisata yang ada di Kabupaten Malang.

Sisanya adalah wisata sumber, pemandian atau wisata air 14 persen, wisata buatan 12 persen, pesarean 9 persen, dan wisata sejarah 8 persen. Lainnya adalah wisata coban, desa wisata, wisata agro dan wisata lainnya.

Direktur Umum Administrasi PD Jasa Yasa, Husnul Hakim Syadad mengungkapkan bahwa dengan melihat persentase jumlah kunjungan itu, kebutuhan masjid di Pantai Balekambang menjadi relevan. Hal ini juga seiring dengan getolnya pemerintah pusat menyusun strategi pengembangan industri pariwisata halal di Indonesia.

"Tujuannya adalah bagaimana pariwisata bisa memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim dalam beribadah. Jadi konteksnya wisata halal itu bukan untuk membatasi wisatawan non muslim," ucapnya.

Selain itu, pihaknya berharap Pantai Balekambang akan bisa menampilkan kerukunan, kebersamaan dan harmonisasi sebagai lokasi wisata bagi seluruh pemeluk agama yang berbeda.

"Jadi pariwisata yang mampu merangkul seluruh wisatawan, yang tentunya memiliki keyakinan dan agama berbeda. Semuanya merasa nyaman dan aman saat berada di sana dan juga saat mereka menjalankan ibadahnya masing-masing," imbuh Husnul.

Penegasan itu disampaikan Husnul karena masih ada suara sumbang terkait usulan pembangunan masjid tersebut. Ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang menyebut bahwa masjid yang akan dibangun menjadi "tandingan" keberadaan pura sebagai tempat ibadah umat Hindu selama ini.

Husnul menegaskan bahwa di sisi kepariwisataan, pembangunan fasilitas pendukung wisata tak bisa diabaikan begitu saja. Selain hotel, rumah makan dan lain sebagainya, keberadaan tempat beribadah juga tak kalah penting.

Apalagi, melihat dominasi wisatawan yang datang ke Kabupaten Malang masih dipegang wisawatan domestik. "Jadi tentunya kebutuhan-kebutuhan itu menjadi fokus kita ke depannya dalam mengembangkan lokasi wisata. Kita mendukung adanya aspirasi warga dan wisatawan Balekambang terkait harapan adanya masjid itu," tegas Ketua GP Ansor Kabupaten Malang ini.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada respons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terkait usulan pembangunan masjid di lokasi wisata Pantai Balekambang. Termasuk dari Bupati Malang Sanusi. MalangTIMES mencoba menghubungi Sanusi melalui pesan WA, tetapi belum ada respons.