Suasana Aremania ketika memenuhi Stadion Kanjuruhan (Hendra Saputra)
Suasana Aremania ketika memenuhi Stadion Kanjuruhan (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Permasalahan copet yang ketap terjadi di Stadion Kanjuruhan saat Arema FC berlaga, belum menemukan solusi yang tepat dalam penanganannya. Bahkan, Panpel Singo Edan Abdul Haris meminta agar copet dijadikan musuh bersama setiap Hamka Hamzah dkk bertanding di stadion berkapasitas 45 ribu penonton itu.

Maraknya aksi copet tersebut dinilai sudah sangat meresahkan. Selain menurunkan minat Aremania untuk datang ke Stadion Kanjuruhan, juga rawan memicu keributan. Pasalnya, modus para pencopet itu salah satunya membuat Aremania yang menonton saling tuding dan saling curiga.

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris mengaku bahwa pihaknya sepakat untuk menjadikan copet sebagai musuh bersama baik dari Aremania, aparat keamanan hingga panpel. "Copet ini sudah sangat meresahkan. Maka dari itu, kami jadikan sebagai musuh bersama karena sudah banyak keluhan atas aksi mereka," ujar Abdul Haris.

Dalam beberapa kali pertandingan kandang Arema FC, kerap terjadi keributan di Stadion Kanjuruhan. Dia menilai, hal itu karena adanya unsur adu domba dari kawanan para copet yang datang secara berkelompok.

Saat keributan berlangsung, para copet mengambil kesempatan untuk beraksi. Pasalnya, mereka merasa lebih bebas karena fokus massa saat itu sedang terpecah.

"Banyak kejadian copet dan yang kami tangkap, ternyata adalah korbannya. Mereka ketika sudah mendapatkan apa yang dicari lalu meneriaki korban sebagai copet, jadi agar dia tidak ketahuan aksinya dan bisa pergi dengan keributan yang terjadi," katanya.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung membenarkan bahwa banyak sekali kejadian copet yang memanfaatkan lengahnya Aremania ketika ada keributan. Karena dari hasil pengamatan beberapa kali kejadian, modus operandi copet adalah menimbulkan keributan terlebih dulu agar para sasaran yang akan ia copet fokusnya bisa pecah.

"Kami juga kerap mendapati copet dan berhasil diamankan anggota, tapi kebanyakan copet ini juga susah diprediksi saat berada di Stadion Kanjuruhan. Tidak bisa kami kemudian langsung menangkap tanpa adanya barang bukti," kata Yade.

Ke depan, Yade rencananya akan menempatkan anggotanya di seluruh pintu yang ada di Stadion Kanjuruhan. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya copet yang selalu membuat keributan sebelum beraksi. "Iya kami akan tempatkan beberapa anggota di tribun saat laga home Arema," pungkasnya.

Seperti diketahui, pertandingan terdekat Arema FC saat ini adalah menghadapi Persija Jakarta pada Sabtu (23/11/2019) dimana akan banyak sekali penonton yang hadir di Stadion Kanjuruhan mengingat kedua kelompok suporter itu adalah sahabat.