Wapres RI Ma'ruf Amin (Ist)
Wapres RI Ma'ruf Amin (Ist)

MALANGTIMES - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin secara khusus ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin penanggulangan terorisme dan radikalisme. Penunjukan itu, secara langsung akan mengubah koordinasi penanganan aksi terorisme. 

Sebelumnya, garis koordinasi penanggulangan terorisme berada di bawah Kemenko Polhukam. Saat ini, menjadi langsung di bawah kendali Wapres.

Penunjukkan itu pun langsung ditindaklanjuti Ma'ruf Amin dengan menggelar pertemuan tertutup dengan beberapa menteri. Di antaranya, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim,  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.  Juga dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius dan Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, beberapa waktu lalu.

Peralihan tongkat koordinasi dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme yang menjadi ancaman bangsa dan negara Indonesia ini, mendapat apresiasi positif warganet.

20,8 ribu warganet di lini masa memberikan dukungan penuhnya atas tongkat komando itu. Tak hanya itu tagar #DukungWapresBasmiTeroris pun dilambungkan dan menjadi trending topik di lini masa dalam beberapa hari ini.

Akun @7intaPutih adalah salah satu dari puluhan ribu warganet yang memberikan dukungan penuhnya kepada Ma'ruf Amin. "Presiden @jokowi menunjuk langsung Wapres @Kiyai_MarufAmin untuk memimpin penanggulangan terorisme dan radikalisme. Latar belakang Beliau sebagai ulama merupakan sosok tepat untuk memimpin program tsb. Ayo kita #DukungWapresBasmiTeroris lambungkan sobat..," cuitnya.

Tak hanya memberikan dukungan melalui cuitan, warganet dengan akun @bangzul_88 pun membuat sebuah polling atas penunjukan Ma'arif Amin untuk memimpin penanggulangan terorisme dan radikalisme.

"POLLING POLLING. Yang dukung @Kiyai_MarufAmin berantas terorisme dan radikalisme silahkan beri suaranya disini. Beri komentar dengan tagar #DukungWapresBasmiTeroris..." cuitnya sambil menyematkan dua kolom terkait polling yang digelarnya untuk warganet.

Satu dengan tulisan, "Ya, Saya Dukung," dan kolom lainnya, "Saya Menolak,".

Sampai pukul 20.53 WIB Sabtu (16/11/2019) malam, polling itu telah menjaring sebanyak 2.398 suara dan menyisakan 18 jam bagi warganet untuk memilih. Hasil sementara menunjukkan, 98 persen menyatakan dukungannya dan 2 persen menolak Ma'ruf Amin menjadi komandan dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme.

Dukungan itu juga diramaikan oleh akun @WagimanDeep yang mengajak warganet lainnya untuk membaca sebuah berita terkait Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengendus sejumlah tokoh agama  melakukan transaksi keuangan mencurigakan.

Tautan link berita dari jawapos.com itu mengabarkan hasil analisis Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) dari 384 Perusahaan Jasa keuangan sepanjang tahun 2018 lalu. Jumlah tokoh agama dengan transaksi mencurigakan malah lebih besar dibanding pengurus partai politik. 

Ada 44 orang pihak terlapor perorangan dari kalangan tokoh agama, sementara jumlah dari lingkungan politisi hanya 18 orang dalam periode yang sama.

LTKM itu menurut Dian Ediana Rai, Wakil Kepala PPATK di tahun itu, pemuka agama yang diduga melakukan transaksi mencurigakan tak bisa serta merta dituding melakukan tindak pidana. Menurutnya, penyimpangan profil bisa disebabkan tumpang tindihnya penggunaan rekening untuk keperluan pribadi dan urusan keagamaan.

"Kalau dilihat dari profil tentu sensitif karena mereka menggunakan rekening pribadi untuk urusan-urusan keagamaan seperti menerima sumbangan. Ini berlaku untuk agama mana saja ya,” ujarnya, diakhir tahun 2018 lalu.

Tapi, dengan adanya hal itu warganet pun semakin mantap dengan sosok Ma'ruf Amin dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme yang mereka sorot digerakkan oleh kelompok atau organisasi tertentu yang mengatasnamakan agama. Dengan ciri-ciri yang menurut @jr_kw19 adalah intoleran, fanatik selalu merasa benar sendiri, eksklusif membedakan diri dari umat Islam umumnya dan menggunakan cara-cara kekerasan.

Maka, kata @kill_khilafah kepada @Kiyai_MarufAmin, "Basmi para Manipulator Agama yang merongrong dan merusak generasi penerus bangsa..Kami mendukung penuh YM KMA untuk membasmi para Manipulator Agama, Radikalis dan Teroris..Lambungkan Tuip," cuitnya yang sepakat dengan akun @anangsoeketjap yang menuliskan,"mabok agama lebih sadis."

"Kayae jadi seorang pemuka agama bisa jadi alternatif bisnis kita yang lagi anyep. Tinggal jual janji kavling surga dan apa2 aja yg berbau agama. Mabok agama lebih sadis euyyyy..." cuit @anangsoeketjap.

Masyarakat telah menyampaikan harapan besarnya terkait penanganan terorisme dan radikalisme di bahu Ma'ruf Amin. Dimana, mereka pun siap berada dalam barisan dalam mencegah tiga hal yang akhirnya melahirkan para teroris di Indonesia. 

Yakni, mereka yang kerjanya mengkafirkan golongan yang tak sejalan dengan keyakinan kelompoknya, yang disebut oleh pegiat anti radikalisme Haidar Alwi sebagai kelompok radikal keyakinan.

Kedua, radikalisme tindakan dan radikalisme politik yang terus bergerak untuk merubah ideologi negara dan sistem pemerintahan menjadi khilafah.