Kondisi angin bercampur tanah di Kecamatan Bumiaji, Minggu (17/11/2019) pagi. (Foto: istimewa)
Kondisi angin bercampur tanah di Kecamatan Bumiaji, Minggu (17/11/2019) pagi. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Kejadian angin kencang disertai debu, terjadi hampir satu bulan di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Namun, bencana itu kini kembali menyerang Minggu (17/11/2019) pagi.

Angin di wilayah Kecamatan Bumiaji terpantau berembus dengan disertai partikel debu, sekitar pukul 6.30 WIB. Kondisi saat ini di lokasi, suasana terlihat di udara dan di langit tampak berwarna cokelat.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Kondisi tersebut tidak jauh beda dengan kejadian satu bulan yang lalu di Desa Sumber Brantas. Bahkan, kepekatan debu itu juga terlihat dari kejauhan. Debu yang diduga dari tanah perkebunan di sekitar Sumber Brantas, diduga terbawa angin lantaran kondisi tanah kering. 

“Berdasarkan informasi dari masyarakat melalui telepon ke Posko PB BPBD Kota Batu, telah terjadi angin kencang di wilayah Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji,” ungkap Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Untuk saat ini, semua warga masih berada di rumah masing-masing. Bukan hanya di Desa Sumber Brantas, tetapi juga di desa tetangga yakni Desa Tulungrejo. “Saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) sedang menuju ke lokasi. Untuk perkembangan selanjutnya akan kami update setelah TRC tiba di lokasi,” imbuhnya.

Suliyono Kepala Desa Tulungrejo terpilih mengatakan, angin kencang juga melanda di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Area pertanian apel juga menjadi imbasnya. “Kebun apel di sini kena imbasnya, buah apel berjatuhan karena angin. Padahal ukuran apelnya masih kecil-kecil,” ungkap Suliyono.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

Akibat angin kencang itu lanjut Suliyono, atap warga kembali berterbangan. “Atap rumah warga juga berterbangan,” ucapnya.