Kasubid Pembukuan dan Pelaporan Bapenda Kabupaten Malang, Nurul Hayati saat menunjukkan aplikasi Sipanji yang bisa diinstal melalui smartphone android (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kasubid Pembukuan dan Pelaporan Bapenda Kabupaten Malang, Nurul Hayati saat menunjukkan aplikasi Sipanji yang bisa diinstal melalui smartphone android (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menanggapi mandat dari Bupati Malang, HM Sanusi terkait transaksi pembayaran melalui elektronik, Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, akhirnya meluncurkan aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi pembayaran melalui sarana elektronik (E-Transaksi).

Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Dr Purnadi menjelaskan, aplikasi (E-Transaksi) ini merupakan upgrading terobosan di bidang teknologi yang sebelumnya sudah diluncurkan pada beberapa waktu lalu. Yakni aplikasi Sipanji.

”Dulu Sipanji hanya bisa diakses oleh WP (Wajib Pajak) melalui website saja. Namun kali ini sudah kami kembangkan dan bisa diakses melalui aplikasi android,” terang Dr Purnadi.

Sebagai informasi, Sipanji merupakan kepanjangan dari Sistem Informasi Pengolaan Pajak Daerah Mandiri. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, wajib pajak dapat mendaftarkan subjek, objek pajak, hingga melaporkan pajak terutang secara online.

Bagi para WP yang ingin mengunduh aplikasi Sipanji melalui play store. Caranya terbilang sangat praktis, yakni tinggal mengetik Sipanji di kolom pencarian. Jika sudah muncul maka tinggal diinstal dengan mengikuti seluruh instruksi yang sudah tersedia.

Hingga berita ini ditulis, sudah ada sekitar 4 ribu akun yang menginstalnya. Meski sudah ribuan, namun Bapenda Kabupaten Malang masih gencar mensosialisasikan kepada masyarakat.

”Seluruh proses pembayaran maupun pendaftaran pajak, semua bisa termonitor secara real time. Dengan adanya aplikasi ini, tentunya sangat praktis dan memudahkan para wajib pajak untuk memenuhi kewajiban mereka,” ungkap Dr Purnadi.

Bagi para user yang ingin mengakses sipanji melalui smartphone, lanjut Dr Purnadi, para user hanya tinggal memasukkan NPWPD (nomor pokok wajib pajak daerah). ”Nomor itu (NPWPD) dapat digunakan untuk user name sekaligus pasword. Bagi yang menghendaki, juga bisa merubah data pasword sesuai keinginan masing-masing,” tutup Dr Purnadi.