Sosialisasi Pelindungan Guru dan Tenaga Kependidikan. (Foto: Humas)
Sosialisasi Pelindungan Guru dan Tenaga Kependidikan. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Saat ini, tantangan menjadi guru semakin besar. Sebab, guru sekarang menghadapi perubahan sosial budaya yang begitu cepat dan juga permasalahan-permasalahan yang mengikutinya.

Untuk itu, Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi Pelindungan terhadap Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan.

Sebanyak 60 Kepala Sekolah se Kecamatan Lowokwaru mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut di ruang serba Guna SDN Lowokwaru 2 Malang belum lama ini.

Pengawas SD Dinas Pendidikan Kota Malang Drs Didik Siswanto MPd berharap agar peserta sosialisasi menjadi paham dan mengerti bagaimana melakukan Pelindungan Terhadap Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan.

"Pada akhirnya, dengan kegiatan ini, bilamana di kemudian hari terdapat permasalahan yang menghampiri guru maupun tenaga pendidikan, kita telah tahu dan mengerti bagaimana harus bersikap dan bertindak," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Lowokwaru, Drs Edi Riyanto MPd menyampaikan tantangan yang dihadapi guru saat ini.

"Saat ini guru maupun tenaga kependidikan menghadapi generasi milenial dan juga perubahan sosial budaya. Tidak jarang dalam menunaikan tugas dan kewajibannya, guru ataupun tenaga kependidikan mendapatkan permasalahan," bebernya.

Berangkat dari hal itu, lanjutnya, selayaknya GTK yang ada Kota Malang menjalankan profesinya sebaik mungkin sesuai dengan peraturan yang berlaku karena profesi mereka dilindungi negara melalui undang-undang.

"Namun bila masih saja menemui permasalahan, GTK berhak mendapatkan perlindungan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dalam sosialisasi yang digelar dua hari tersebut, para guru juga diberikan materi yang berkenaan Perlindungan Hukum, Perlindungan Profesi, Perlindungan K3, Perlindungan HAKI, dan penyusunan skenario RTL (rencana tindak lanjut).