Kementerian PUPR Targetkan Pembangunan Sanitary Landfill TPA Supit Urang Rampung 2020

Nov 16, 2019 16:11
Pembangunan sanitary landfill di kawasan TPA Supit Urang Malang (Istimewa).
Pembangunan sanitary landfill di kawasan TPA Supit Urang Malang (Istimewa).

MALANGTIMES - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan sanitary landfill TPA Supit Urang di Kota Malang rampung 2020. Program kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Jerman dalam Program Emission Reduction in Cities–Solid Waste Management (ERIC-SWM) itu saat ini sudah melalui berbagai tahapan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui keterangan tertulisnya menyampaikan, pengembangan sistem sanitary landfill TPA Supit Urang dikerjakan sejak Juli 2018. Pembangunan ini ditargetkan selesai awal 2020 dengan anggaran Rp 229 Miliar dalam bentuk kontrak tahun jamak (multi years contract) 2018-2020.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

"TPA ini memiliki kapasitas 953,340 meter kubik untuk melayani sampah rumah tangga penduduk Kota Malang sebanyak 707.015 jiwa atau setara dengan 400 ton per hari," katanya.

Pemanfaatan sanitary landfill ini menurutnya sebagai bentuk pemrosesan sampah dari yang sebelumnya menggunakan sistem penimbunan sampah terbuka (open dumping). Pengoperasian TPA dengan sistem sanitary landfill akan meminimalisir dampak pencemaran, baik air, tanah, maupun udara sehingga lebih ramah lingkungan.

"Selain Kota Malang, terdapat tiga kota/kabupaten lain yang menjadi pilot dalam program tersebut, yakni Kota Jambi, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Jombang," jelas dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, penanganan masalah sampah dapat dilakukan melalui dua aspek. Pertama struktural dengan membangun infrastruktur persampahan dan non struktural seperti mendorong perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.

Pembangunan infrastruktur pengolahan sampah skala kawasan dinilai efektif untuk volume sampah yang tidak terlalu besar. Sehingga pengurangan sampah dapat dilakukan mulai dari sumbernya. "Dukungan pemerintah kabupaten atau kota juga diperlukan terutama dalam penyediaan lahan," tambah Basuki.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Darjat Widjunarso menambahkan, pembangunan TPA Supit Urang merupakan dukungan Kementerian PUPR kepada Pemerintah Kota Malang.

Dengan pembangunan sel baru seluas 4,6 hektar untuk menggantikan sel lama yang kondisinya sudah hampir penuh. TPA lama direncanakan untuk ditutup dan dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau.

“Program ERIC-Solid Waste Management dimaksudkan untuk memberikan kontribusi dalam pelaksanaan strategi perubahan iklim di Indonesia, khususnya di daerah perkotaan melalui investasi fasilitas pengolahan sampah rumah tangga secara ramah lingkungan dan higienis," kata Darjat.

Dukungan pembangunan Kementerian PUPR mencakup penyusunan desain TPA sampah dan fasilitas pendukungnya, pekerjaan konstruksi TPA sampah dan fasilitas pendukungnya, serta pengadaan alat berat pendukung. Selain itu juga peningkatan kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah di sektor persampahan.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Sistem sanitary landfill dibangun dengan melakukan pelapisan lahan pembuangan (sel aktif) TPA menggunakan 3 lapis perlindungan lingkungan. Pertama, di atas tanah asli yang telah dipadatkan dipasang lapisan kedap paling bawah berupa geosynthetic clay liner bahan gel sintetis (geo tekstil) setebal 1 cm yang akan menahan kebocoran air lindi agar tidak mencemari tanah.

Lapisan kedua dan ketiga adalah lapisan geomembran setebal 2 mm berupa lapisan impermiabel dan geotextile setebal 1,2 cm berupa karpet sintetis berserat kasar yang khusus didatangkan dari Jerman.

Selanjutnya karpet sintetis ini dilapisi batu koral dengan diameter 2 cm tertumpuk rata setinggi 50 cm sebagai bahan penyaring air lindi. Kemudian sampah ditumpuk, diratakan, dan ditimbun tanah pada setiap ketinggian tanah 1–2 meter agar tidak dihinggapi lalat dan juga mencegah terjadinya kebakaran dari gas metan yang dihasilkan sampah.

Terakhir air lindi ditampung dan disalurkan ke kolam penampungan IPL (Instalasi Pengolahan Lindi) dengan sistem pemurnian bertahap dan dilengkapi bak kontrol.

"Output dari pembangunan TPA ini adalah mengedepankan konsep ramah lingkungan dengan mengurangi aroma tidak sedap dan limbah yang dibuang telah memenuhi standar, misalnya kandungan Ph air lindi, BOD, COD, N-total, dan sebagainya," pungkas dia.

 

Topik
MalangBerita MalangKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)TPA Supit Urang di Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru