Pamflet Kejurkot 2019 (istimewa)
Pamflet Kejurkot 2019 (istimewa)

MALANGTIMES - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Malang akan segera menggelar Kejuaraan Kota (Kejurkot) pada 19 hingga 23 November 2019 dan terpusat di GOR Djagung, Jalan Ki Ageng Gribig No. 479 Kota Malang.

Bulutangkis Kota Malang akan segera bergairah kembali dengan adanya Kejurkot yang akan segera bergulir tiga hari lagi. Rencananya, sekitar 300 hingga 400 peserta dari klub-klub bulutangkis 'Bhumi Arema' akan meramaikan kejuaraan bergengsi ini.

Sekretaris PBSI Kota Malang, Sigit Permadi mengatakan bahwa Kejurkot ini adalah kesempatan para atlet bulutangkis muda yang ingin naik level dalam karir olahraganya.

"Kejurkot ini adalah kalender dari PBSI yang harus dilakukan PBSI daerah di seluruh Indonesia. Pesertanya adalah internal dari kota atau kabupaten setempat, dan pesertanya atlet pembinaan yang pra usia dini, usia dini, anak-anak, pemula, remaja dan taruna. Ada juga membuka untuk umum, kategori dewasa dan veteran, lalu juga antar instansi dan perusahaan," ujar Sigit kepada MalangTIMES.

"Karena ini internal, biasanya pesertanya juga tidak banyak. Tapi dari pengalaman tahun sebelumnya pesertanya itu 300 sampai 400," imbuhnya.

Lanjut Sigit, ia berharap kepada klub-klub peserta yang mengirimkan atletnya agar bisa maksimal. Karena dalam Kejurkot ini juga dilakukan pemantauan sejauh mana klub berhasil membina atlet sejak usia dini.

"Kejurkot ini kan adalah pemantauan atlet Kota Malang, kami berharap masing-masing klub berlomba untuk mengirimkan atletnya untuk menjadi juara. Nah nantinya kan bisa kelihatan klub-klub itu dalam membina, tolak ukur nya di situ," katanya.

Sigit juga mengatakan bahwa Kejurkot ini juga untuk merangsang para generasi selanjutnya agar mau ikut olahraga bulutangkis, karena Kota Malang masih membutuhkan regenerasi atlet bulutangkis yang mampu berbicara di event provinsi hingga nasional.

"Hasil dari Kejurkot ini nantinya akan mewakili Kota Malang di event yang lebih tinggi, misalnya Kejurprov, Junior Open dan lain sebagainya," cetus nya.

Sementara itu, disinggung mengenai kesempatan atlet yang memperoleh juara di Kejurkot bisa mendapat jatah untuk bermain di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) atau tidak, Sigit mengatakan akan dilihat dulu lebih jauh, karena untuk kejuaraan tersebut ia harus melihat kualitas atlet secara spesifik.

"Kalau untuk Porprov itu jelas lebih spesifik lagi pemilihan atletnya, apalagi masih dua tahun lagi, jadi hasil Kejurkot bukan patokan untuk Porprov," pungkas nya.

Perlu diketahui, dalam Kejurkot 2019 ini ada 10 kelompok kejuaraan dan 14 kategori yang akan dilombakan antara lain adalah usia dini (tahun maksimal 2011) tunggal putra dan putri, usia dini (tahun maksimal 2009) tunggal putra dan putri, anak-anak (tahun maksimal 2007) tunggal putra dan putri, pemula (tahun maksimal 2005) tunggal putra putri dan ganda putra putri, remaja (tahun maksimal 2003).

Tunggal dan ganda putra putri dan campuran, taruna (tahun maksimal 2001) tunggal putra dan putri, dewasa (untuk umum) tunggal dan ganda putra dan ganda campuran, veteran kelas C (min usia 35 th) ganda putra, veteran kelas D (min usia 40 th) ganda putra-putra dan terakhir ganda beregu instansi (tiga pasang) ganda bebas (pa/pi).