Petugas BP2D yang tengah melayani WP (Igoy/MalangTIMES)
Petugas BP2D yang tengah melayani WP (Igoy/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tak ada bosan-bosannya, Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, terus mengimbau masyarakat, khususnya para Wajib Pajak (WP) self assesment untuk setiap tanggal 1 sampai 10 rutin melaporkan omsetnya setiap bulannya.

"Kami mengingatkan para WP self assesment atau yang melaporkan omsetnya sendiri, agar setiap bulannya rutin melaporkan omset ke BP2D pada tanggal 1 sampai 10," jelas Kepala BP2D, Ade Herawanto, melalui Kabid Penagihan dan Pemeriksaan BP2D Pemkot Malang, Dwi Cahyo TY.

Baca Juga : 4.866 Keluarga Penerima Manfaat di Kota Batu Terima Bantuan Pangan Non Tunai Rp 200 Ribu

Sebab, jika tak melaporkan atau melapor melewati ketentuan yang ada, maka WP akan dikenakan sanksi denda sebesar 25 persen dari pokok pajak ditambah denda administrasi sebesar 2 persen sebulan.

Hal itu dihitung dari pajak yang kurang atau terlambat dibayar untuk jangka waktu paling lama 24 bulan dihitung sejak saat terutangnya pajak.

"Makanya untuk menghindari denda, kami harapkan untuk tak lupa melaporkan omset pendapatan perbulannya," paparnya 


Terlebih lagi, saat ini masyarakat juga semakin termanjakan untuk melakukan pelaporan. Pasalnya, BP2D kini telah menyediakan aplikasi bernama Sampade yang dapat diakses selama 24 jam.

Baca Juga : Sederet Megaproyek Pemkot Malang Ditunda, Termasuk Pembangunan Mini Block Office

Dengan aplikasi tersebut, masyafakat bisa memanfaatkan untuk menyampaikan laporan omsetnya. WP tak perlu lagi menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD).