Danau Toba yang kini ramai diperbincangkan di lini masa dengan adanya tagar #CoretBaliDanToba (wowkeren.com)
Danau Toba yang kini ramai diperbincangkan di lini masa dengan adanya tagar #CoretBaliDanToba (wowkeren.com)

MALANGTIMES - Hampir tiga hari dunia maya diramaikan dengan adanya tagar "CoretBaliDanToba dikarenakan adanya pernyataan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama yang memastikan tak akan menyulap Bali dan Danau Toba sebagai lokasi wisata halal. 

Pernyataan Wishnutama itu dalam upaya memberikan klarifikasi atas adanya kabar yang yang menyatakan dirinya akan merancang Bali dan Toba sebagai destinasi ramah muslim.
Sontak saja, warganet yang merasa "kecewa" dengan pernyataan Wishnutama itu, akhirnya melahirkan sebuah tagar #CoretBaliDanToba yang menjadi trending topik Twitter.
Tapi, tagar itu ternyata mendapat perlawanan sengit dari warga di lini masa. Mereka sependapat dengan Wishnutama yang menyampaikan klarifikasinya, bahwa pihaknya tak akan menyulap dua destinasi wisata nasional itu menjadi wisata halal.

Baca Juga : Sempat Dilarang, Pemerintah Akhirnya Izinkan Ojol Angkut Penumpang, Ini Syaratnya

"Karena, sejatinya pariwisata merupakan aktivitas universal. Karena itu, seluruh tempat wisata di Indonesia semestinya terbuka bagi seluruh wisatawan. Baik dari latar belakang agama, kepercayaan, maupun kewarganegaraannya," ucapnya beberapa hari lalu saat memberikan klarifikasi adanya kabar dirinya akan menyulap dua destinasi nasional sebagai destinasi ramah muslim atau wisata halal.
Pernyataan itulah yang mendapat dukungan warga di lini masa atas tagar #CoretBaliDanToba yang diusung oleh warganet yang sayangnya kerap membawa agama dalam cuitannya.

@Restichayah, misalnya, yang sepakat untuk mencoret Bali dan Toba sebagai destinasi wisata. "Okesip. Sekeluarga tempat tsb kami blacklist. Buat manteman yg Muslim silahkan coret Bali dan Toba dari daftar tempat yg layak anda kunjungi, " cuitnya sambil menyematkan tautan berita terkait "Wishnutama Pastikan Bali dan Toba Tak Akan Jadi Wisata Halal."

Akun @basoe_mercon, juga menuliskan, "siap" denger kabar bencana, kalau disana isinya haram semua #CoretBaliDanToba," tulisnya, Jumat (15/11/2019).
Sama dengan warganet itu, @MuhSaIrman pun sepakat dengan tagar tersebut. "Okeh #CoretBaliDanToba siap..kata kamu target psarmu bule dan turis asing kan? Silahkan ambil...ingat mayoritas di negeri ini muslim...kalo ada apa2 dengan wilayahmu karena makin banyaknya bule penikmat haram jangan cari kami yak untuk membantumu..mulutmu harimau mu," cuitnya.

Berbagai cuitan itu mendapatkan reaksi sama kerasnya di lini masa. 
@lukman_furonis menyampaikan, "Saya muslim, Saya suka wisata, Saya suka Bali, Saya suka Toba. Jangan hiraukan tagar #CoretBaliDanToba Kita boomingkan tagar #bubarkanIslamRadikal," tegasnya melawan ajakan dan tagar tersebut.

Tak hanya warganet, akun Promo Danau Toba melalui @PromoDanauToba pun bereaksi dengan tagar  #CoretBaliDanToba. Akun promo ini menuliskan, "Tak apa jk kalian tdk suka Toba, itu adalah hak kalian. Tp jangan paksakan ketidak-sukaan kalian itu kpd orang lain agar sama seperti kalian. Setiap individu unik, mari hargai perbedaan. Buatlah perbedaan menjadi warna yg indah layaknya pelangi," cuitnya.

@KenFauzy juga menyampaikan, "Kaget pas cek trending, ini apa maksud bikin #CoretBaliDanToba kenapa? Apa karena halal haram makanannya? Yg bikin ga pernah ke Bali dan Toba kali ya, kalau di sana ada kok makanan halal. Lagipula berani2nya coret Bali dan Toba sumber devisa dan tempat wisata yang indah," ujarnya.

Baca Juga : Beredar Proposal Skripsi "Hak Istimewa Luhut Binsar Pandjaitan", Ini Klarifikasi Unsoed

Aktivis medsos Abu Janda pun bereaksi dengan adanya tagar #CoretBaliDanToba yang menurutnya diusung oleh kelompok Islam Radikal. Melalui akun pribadinya @permadiaktivis menyampaikan, "Gara2 pemerintah ogah ladenin syahwat wisata halal di Bali & Toba, naekin tagar #CoretBaliDanToba. Wahai umat Hindu & Kristiani, tak perlu hiraukan mreka ya... jumlah mereka sdikit kok. msh banyakan Muslim yg tetap pergi liburan. Bali & Toba tak butuh Rupiah dari islam Radikal," cuitnya.

Terpisah Jerinx SID (Superman Ia Dead) menyampaikan, bahwa dirinya mendukung bila Wishnutama  ingin menyulap Bali menjadi ramah wisatawan muslim. "Saya dukung karena muak lihat bule berantem tiap malam di Lavavela," tulisnya di akun pribadi Instagramnya.

Drummer SID ini juga mempertanyakan alasan sebagian masyarakat Bali yang disebutnya alergi terhadap wacana wisata ramah muslim. "Kenapa Bali tidak alergi terhadap kapitalisme global yang jelas-jelas sudah menjajah Bali sejak dimulainya budaya turisme?" ujarnya.