Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti. (Ist)
Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti. (Ist)

MALANGTIMES - Peralihan kursi menteri kelautan dan perikanan RI dari Susi Pudjiastuti ke Edhy Prabowo sejak awal disertai pro dan kontra masyarakat. Banyak kalangan menyayangkan Susi -yang dikenal dengan sikap tegas dan berani mengambil kebijakan di kementeriannya, seperti penenggelaman kapal pencuri ikan- diganti posisinya. Masyarakat khawatir bahwa akan ada kebijakan baru dari menteri baru yang akan menghapus berbagai kebijakan di era Susi.

Baca Juga : Dosen UM yang Sempat Positif Covid-19, Sudah Diperbolehkan Meninggalkan Rumah Sakit

Kekhawatiran masyarakat itu terbukti. Edhy secara langsung menyampaikan beberapa hari lalu bahwa kebijakan penenggelaman kapal akan dihapus ke depannya.

"Tidak ada lagi penenggelaman kapal. Saat ini kami lebih fokuskan pada pembinaan terhadap nelayan kita. Ini arahan Pak Presiden. Kita harus menyejahterakan nelayan dan mengawal nelayan dalam melakukan penangkapan ikan di laut Indonesia " ucap Edhy.

Dia juga menambahkan, penenggelaman kapal asing dinilai berdampak pada banyaknya nelayan Indonesia yang mendapatkan intimidasi dari pihak luar negeri. Padahal,  mereka mencari ikan di teritori wilayah Indonesia.

Rencana penghapusan penenggelaman kapal pencuri ikan asing di wilayah Indonesia inilah yang membuat warganet dibuat geram. Bahkan, Susi pun bereaksi terhadap  nakhoda penggantinya di Kementerian Kelautan dan Perikanan ini. 

Susi melalui laman Twitter-nya hanya me-retweet artikel terkait kebijakan baru Edhy yang berjudul "Menteri Edhy Prabowo: Tak Ada Lagi Penenggelaman Kapal". Susi juga hanya membalas kegeraman warganet terkait hal itu hanya dengan emoji sedih saat akun @delphiman menuliskan, "Akhirnya para garong bisa bernapas lega, nasib gw..makan lele lagi..,".

Warganet pun terus menyampaikan kegeramannya atas kebijakan yang disebut Edhy sebagai arahan Presiden Jokowi itu. Walau, telah juga jadi rahasia umum bahwa berbagai kebijakan Susi saat menjadi menteri kerap juga bertentangan dengan Jusuf Kalla (JK) maupun Luhut Pandjaitan. Hal yang menurut warganet menjadi salah satu alasan Susi pun harus angkat koper dari jajaran kabinet Jokowi di jilid II.

Kegeraman ini juga dipicu dengan "ingkar janjinya" Edhy yang sempat menyampaikan bahwa dirinya akan tetap melanjutkan aksi "tenggelamkan" yang jadi ciri khas dan melekat pada sosok Susi.  "Oh ya iya dong (tetap melakukan penenggelaman kapal asing). Kan penenggelaman kapal dilakukan untuk menjaga kelautan negara. Kalau kapal begitu (menangkap ilegal) lagi, ya kita tenggelamkan lagi. Kenapa harus takut?" tegasnya waktu itu.

Baca Juga : Gegara Ahok Diskon BBM untuk Ojol, Said Didu dan Arsul Soni Malah 'Perang' di Twitter

Sayangnya, pernyataan itu berbalik 180 derajat dengan pernyataan kini. Penyataan yang "berlindung" pada fokus pembinaan dan pengawasan nelayan yang merupakan arahan Jokowi. "Bedanya orang politik sama orang profesional yang jabat," tulis akun ahmad_salimudin, Jumat (15/11/2019).

Warganet lainnya mempertanyakan terkait program pembinaan dan pengawasan nelayan yang dilontarkan Edhy. Mereka menyebutnya hal itu hanyalah sesuatu yang normatif dan klise. "Pembinaan dan pengawasan itu cuma normatif doang. Bisa dipastikan eksekusi tebang pilih dan duit proyek banyak bocornya," tulis akun aim_kelingking.

Senada, valensamuel pun menyatakan, "Gebrakan kebijakan pengawasan dan pembinaan nelayan ini seperti apa? Jangan sampai itu cuma jadi hal yang normatif dan ujung-ujungnya mandek saat pengimplementasiannya."

Banyak lagi komentar bernada geram atas kebijakan Edhy yang akan menghapus cara memberikan sanksi dan efek jera kepada para nelayan asing yang mengeruk hasil kekayaan laut Indonesia. Khususnya terkait apa yang disampaikan oleh Edhy yang mengatakan, efek penenggelaman kapal asing membuat negara-negara tersebut juga melakukan intimidasi kepada para nelayan. 

Hal yang sama yang juga sempat disampaikan oleh Susi bahwa jurus tenggelamkan kapal asing pencuri ikan telah membuat para investor tidak senang. Tapi, lanjut Susi, laut Indonesia perlu dijaga karena laut merupakan satu-satunya sumber protein yang besar sekaligus sumber kehidupan yang mudah diakses oleh kebanyakan rakyat RI.

Akun aldhychuy menuliskan, "Diprotes negara lain kok takut. Itu wilayah kita bosku, hak kita..."