Tersangka LM (dua dari kiri) saat sesi rilis di halaman Satreskrim Polres Malang terkait kasus pencurian (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Tersangka LM (dua dari kiri) saat sesi rilis di halaman Satreskrim Polres Malang terkait kasus pencurian (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sembari meringis kesakitan dan memegangi kedua kakinya, LM digelandang petugas menggunakan kursi roda menuju halaman Unit Satreskrim Polres Malang, Jumat (15/11/2019) siang. Warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ini terpaksa menerima timah panas setelah dua tahun menjadi buron. 

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, menjelaskan jika pria 41 tahun itu terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan, lantaran melakukan perlawanan saat hendak diamankan petugas.

Baca Juga : Hampir Diamuk Warga, Pelaku Pembobolan Ruko Karaoke di Blimbing Ternyata...

”Tersangka ini merupakan DPO (Daftar Pencarian Orang) dalam kasus pencurian. Setelah dua tahun berstatus buron, tim yang kami kerahkan akhirnya berhasil mengamankan yang bersangkutan,” kata anggota polisi yang akrab disapa Andaru ini. 

Berdasarkan laporan kepolisian, aksi pencurian tersangka LM dan komplotannya ini terjadi pada 31 Maret 2017 dini hari. Saat melancarkan aksinya, tersangka tidak sendirian. Dirinya beraksi dengan tiga orang anggota komplotan lainnya.

”Keempat pelaku masing-masing membawa sajam (senjata tajam) saat melancarkan aksinya. Sajam jenis celurit itu digunakan untuk mengancam dan menyakiti korban, jika melakukan perlawanan saat diminta untuk menyerahkan hartanya,” terang Andaru.

Lokasi yang dijadikan sasaran pencurian kala itu adalah rumah Mustolifah, warga Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang.

”Keempat pelaku masuk kedalam rumah korban dengan cara menjebol pintu bagian belakang. Guna menutupi identitas mereka, para pelaku mengenakan sarung tangan dan penutup wajah saat melancarkan aksinya,” ungkap Andaru yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Gresik ini.

Setelah berhasil masuk kedalam rumah korban, lanjut Andaru, keempat pelaku langsung bergegas menyasar beberapa ruangan yang sekiranya dijadikan tempat penyimpanan barang berharga milik korban.

Namun ditengah aksinya, korban beserta suaminya mendengar ada suara gaduh di ruang belakang rumah. Merasa ada yang tidak wajar, Mustolifah memilih beranjak dari tidurnya. Ketika mendekati sumber suara, korban juga sempat batuk ringan untuk memastikan keadaan.

Wanita paro baya itu dibuat terkejut saat menyalakan lampu ruangan dan mendapati empat pencuri sedang menyatroni rumahnya. Mengetahui aksinya dipergoki oleh korbannya, tersangka LM mengacungkan celurit dan mengancam akan membunuhnya jika berteriak minta tolong dan menghubungi polisi.

Mendapat ancaman, korban beserta suaminya hanya bisa pasrah saat disekap oleh tersangka LM. ”Dia (LM) berperan sebagai pelaku penyekapan terhadap korban, disaat bersamaan ketiga pelaku lainnya menguras habis seluruh barang berharga milik korban,” sambung Andaru.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini menambahkan, dari hasil penyidikan petugas, komplotan pencurian ini berhasil menggasak uang tunai senilai Rp 30 juta. Selain itu juga beragam perhiasan emas dengan berat total sekitar 50 gram, dua unit handphone (HP), serta satu unit sepeda motor Vario nopol N-3642-IQ. Dompet berisi surat berharga milik korban, juga raib dibawa kabur para pelaku.

Baca Juga : Dugaan Wanita Pengusaha Burung Puyuh Dibunuh Kian Menguat, Polisi Telusuri Jejak Kontak Terakhir Korban

Setelah kejadian tersebut, Mustolifah melaporkan kejadian itu ke Polres Malang. Di hadapan petugas, wanita yang bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) ini, mengaku jika dirinya baru saja menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas).

Mendapat laporan, anggota Satreskrim Polres Malang diterjunkan untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya polisi berhasil mengamankan dua tersangka dari 4 komplotan pelaku pencurian tersebut. Kedua tersangka yang terlebih dulu diamankan polisi ini berinisial AS dan JN.

Dua tahun berselang, dari hasil pengembangan petugas mendapat informasi jika tersangka LM sempat kabur ke Kalimantan untuk menghindari kejaran polisi. Tidak betah di sana, LM memutuskan untuk bersembunyi di salah satu rumah yang ada di wilayah Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

”Berawal dari informasi yang kami peroleh, beberapa personel Tim Buser (Buru Sergap) kami kerahkan untuk memastikan keberadaan pelaku di tempat persembunyiannya tersebut,” jelas Andaru.

Dua hari berselang, anggota korps berseragam coklat ini akhirnya berhasil mengamankan tersangka LM, pada Rabu (13/11/2019). ”Tersangka melakukan perlawanan saat hendak diamankan, terpaksa kami berikan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan kedua kaki tersangka agar yang bersangkutan tidak kabur,” tegas Andaru.

Hingga berita ini di tulis, petugas masih terus melakukan pengembangan terhadap pelaku lain yang saat ini masih berstatus DPO. Belakangan diketahui seorang pelaku yang masih buron ini, berinisial R.

”Identitasnya sudah kami kantongi, tim masih memburu keberadaan pelaku lainnya. Sedangkan terhadap tersangka LM kami jerat pasal 365 KUHP tentang tindak pidana Curat, ancamannya maksimal 9 tahun kurungan penjara,” pungkas nya.