Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (tengah berkacamata) saat menerima Anugerah Ki Hajar tahun 2019 dari Kemendikbud RI (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (tengah berkacamata) saat menerima Anugerah Ki Hajar tahun 2019 dari Kemendikbud RI (Foto: Humas Pemkot Malang)

MALANGTIMES - Kota Malang kembali menunjukkan eksistensinya dalam pengembangan inovasi kreatif. Di era serba digitalisasi, berhasil menjadikan kota pendidikan ini menyabet anugerah Kihajar tahun 2019 untuk kategori Madya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Malam penganugerahan yang berlangsung di Gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto Kav 37, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019) malam itu
merupakan sebuah anugerah tertinggi dalam kinerja pengembangan pembelajaran serta pendidikan berbasiskan Teknologi Informatika dan Komputer (TIK).

Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi menyatakan bidang IT dinilai dapat menunjang proses belajar di era sekarang dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pemerintah dinilai akan rugi jika tidak mempersiapkan dan mewadahi hal tersebut. "Mari kita dorong anak-anak menggunakan IT dengan penuh bijak serta tanggung jawab," ungkapnya.

Salah satu wujud komitmen pemanfaatan IT dalam proses ajar, Kemendikbud RI telah melaunching aplikasi Rumah Belajar. Aplikasi ini menjadi portal unggulan Kemendikbud yang didalamnya tersaji sumber belajar, laboratorium maya, buku sekolah elektronik, pengembangan keprofesian berkelanjutan dan peta budaya. Selain itu dalam Rumah Belajar juga menampung ragam karya-karya kreatif komunitas.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan keberhasilan Kota Malang dalam meraih Anugerah Ki Hajar menjadi bagian aktualisasi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam mewujudkan misi di bidang pendidikan Kota Malang untuk lebih baik. Mulai bidang koridor pelayanan, penguatan infrastruktur, sampai dengan membangun ekosistem pendidikan dengan mengikuti era digital maupun industri 4.0.

"Atas nama Bapak Sutiaji, Wali Kota Malang, saya menyampaikan terima kasih serta apresiasi atas keberhasilan Kota Malang dalam anugerah ini. Ini menjadikan pemajuan kami dalam bidang pendidikan di Kota Malang," ujarnya.

Ia menambahkan, gagasan Anugerah Kihajar semakin menegaskan pentingnya setiap daerah dalam menangkap sekaligus mengeksplorasi potensi sumber daya insani di bidang TIK maupun industri kreatif. Dimana hal Itu sejalan dengan apa yang ditekankan Presiden Jokowi pada Rakornas Kabinet Indonesia Maju kemarin (Rabu, 13/11) lalu. 

"Bahwa hal itu perlu terus didorong, langkah transformasi dari pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam menuju pengembangan ekonomi berbasis jasa dan kreativitas," imbuhnya.

Tak hanya itu, di malam penganugerahan tersebut prestasi membanggakan juga diraih siswa SMK Telkom Malang. Hafiz Naufal Rahman, berhasil mendapatkan penghargaan dalam Lomba Aplikasi Mobile Kihajar 2019 kategori pelajar. 

Dimana, aplikasi ciptaannya berhasil meraih juara 1 di ajang perlombaan yang memanfaatkan aplikasi mobile sebagai edukasi dalam unsur pendidikan dan bisa dijalankan melalui smartphone.

Aplikasi yang dicetuskan itu bernama Sibowo (Sinau Bahasa Jowo), yang seakan mengajak generasi milenial melek budaya, dengan mengutamakan bahasa Jawa. Di dalamnya terdapat berbagai macam fitur bahasa Jawa, mulai kosa katanya, peribahasa, penerjemah, penggunaan bahasa jawa serta aneka kuis berbahasa Jawa. Dari kemenangan tersebut, aplikasi Sibowo ini bakal ditargetkan untuk dikenalkan kepada pelajar SD hingga pelajar SMA.