Suasana rumah duka saat Bupati Malang HM Sanusi (paling kanan) mendoakan almarhum sebelum dibawa ke Sampang, Madura untuk dimakamkan (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Suasana rumah duka saat Bupati Malang HM Sanusi (paling kanan) mendoakan almarhum sebelum dibawa ke Sampang, Madura untuk dimakamkan (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kabar duka menyelimuti instansi Pemerintahan Kabupaten Malang, Kamis (14/11/2019) petang. Moh Darwis selaku Sekertaris DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Malang, dikabarkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah salat magrib.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Dari pengamatan MalangTIMES.com, di rumah duka yang beralamat di Jalan Danau Kelimutu, Kelurahan/Desa Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kedatangan jenazah pria yang akrab disapa Darwis ini, disambut dengan suasana haru dan raut wajah kesedihan para kerabat, keluarga, tetangga hingga rekan kerja almarhum.

Maklum saja, semasa hidupnya pria kelahiran 11 Desember 1963 ini, memang dikenal sebagai sosok yang humble terhadap semua orang. ”Saya mewakili seluruh pejabat serta pegawai pemerintahan di Kabupaten Malang, mengucapkan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bapak Darwis. Semoga seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, serta semua dosa almarhum diampuni oleh Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan,” kata Bupati Malang HM Sanusi, saat memberikan sambutannya ketika bertakziah di rumah duka, Kamis (14/11/2019).

Menurut Sanusi, sosok Darwis memang dikenal sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang taat, sabar, telaten, serta bertanggungjawab dalam menjalankan tugasnya sebagai pejabat pelayan masyarakat. ”Pemerintah Kabupaten Malang kehilangan sosok seperti beliau,” ungkap Sanusi dengan nada lirih seolah tak kuasa menunjukkan rasa kesedihannya yang teramat mendalam.

Sebelum menutup sambutannya, pria Asal Kecamatan Gondanglegi itu, juga menyampaikan jika almarhum selama ini dikenal sebagai sosok yang istiqomah saat menjalankan perintah agamanya.

”Beliau memang sosok yang taat beribadah, untuk itu saya minta kesaksian dari para tamu undangan yang bertakziah untuk mendoakan almarhum yang terbaik,” sambung Sanusi sembari menutup doa dengan bacaan Al-Fateha dan diakhiri dengan ucapan amin para tamu undangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, sesaat sebelum meninggal dunia Darwis berserta rombongan menyempatkan diri untuk menyiapkan acara pemerintahan yang diagendakan pada hari ini, Jumat (15/11/2019).

Seperti hari biasanya, Darwis nampak antusias dan bersemangat ketika mempersiapkan acara Gema (Gerakan Membangun) Desa, yang dilangsungkan di Kecamatan Karangploso tersebut.

Namun, ketika adzan magrib berkumandang. Darwis langsung menghentikan rutinitasnya, dan beranjak melangkahkan kakinya ke Musala Nurul Huda. Setibanya di tempat ibadah yang berlokasi di Dusun Leban, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang tersebut. Pria 56 tahun itu, kemudian mengambil air wudlu yang kemudian menjalankan ibadah salat magrib.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Usai melaksanakan ibadah tiga rakaat tersebut, Darwis juga menyempatkan diri untuk mengikuti tahlilan. Almarhum diketahui bergeser ke shaf belakang dan bersandar di meja dengan kondisi memejamkan mata.

Hingga acara tahlilan berakhir, Darwis belum juga beranjak dari tempatnya. Merasa ada yang tidak wajar, beberapa jamaah serta imam musala mencoba untuk menyapa dengan maksud membangunkannya. Namun almarhum tidak memberikan respons dan hanya diam.

Ketika didekati dan diperiksa, ternyata denyut nadi Darwis terasa sudah melemah. Mengetahui hal ini, rekan kerja dan para jamaah membawa almarhum ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang, dengan mengendarai mobil ambulan puskesmas setempat guna mendapatkan penanganan medis. Setibanya di sana, Darwis ternyata sudah dinyatakan meninggal dunia.

”Saya sudah menyarankan kepadanya agar tidak ikut rombongan untuk persiapan acara Gema Desa. Namun almarhum menolak dan memilih datang, dia mengatakan jika itu (persiapan acara pemerintahan) sudah menjadi tanggungjawabnya,” kata Kepala Dinas DPMD Kabupaten Malang, Suwadji saat ditemui wartawan di rumah duka.

Dari informasi berbagai sumber, semasa hidupnya Darwis memang memiliki riwayat penyakit jantung. Bahkan, karena penyakit yang dideritanya tersebut, yang bersangkutan harus keluar masuk rumah sakit untuk berobat. ”Informasinya almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung, beliau juga sering mengajak beberapa staf kami untuk kontrol dan berobat,” ujar Suwadji.

Sebagai informasi, setibanya di rumah duka jenazah langsung dimandikan dan dibawa menggunakan mobil ambulan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, menuju masjid Nurul Iman untuk di salatkan.

Usai disalatkan di masjid yang berlokasi sekitar 200 meter dari rumah duka, puluhan jamaah menghantarkan almarhum, untuk diberangkatkan ke Sampang, Madura guna prosesi pemakaman. Sesuai pertimbangan keluarga, almarhum memang akan disemayamkan di tempat kelahirannya tersebut.