Suasana saat warga RW 09 Perumahan Joyogrand tengah memasok air dari tangki PDAM Kota Malang, Kamis (14/11) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Suasana saat warga RW 09 Perumahan Joyogrand tengah memasok air dari tangki PDAM Kota Malang, Kamis (14/11) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Warga Perumahan Joyogrand, RW 09, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang tengah mengalami krisis air. Sudah beberapa hari kebelakang ini, para warga harus kerja ekstra untuk mendapatkan asupan air untuk memenuhi kebutuhannya.

Beberapa warga ada yang mengatakan jika kondisi air di rumahnya telah dalam kondisi sangat sedikit saat dinyalakan sejak 5 hari kebelakang, ada juga yang baru 3 hari lalu, dan paling parah sejak kemarin (Rabu, 13/11) yang dirasakan air yang keluar dari tandon hanya menetes.

Bahkan, para bapak dan ibu ini harus rela bangun dini hari untuk menyalakan tandon agar pagi harinya air untuk kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi. Alhasil, hari ini (Kamis, 14/11) warga berbondong-bondong menandon air dari tangki yang disiapkan PDAM Kota Malang.

Para warga ada yang membawa bak besar, ember besar, hingga tempat galon untuk menandon air. Para orang tua dan anak muda rela mengantri bergantian untuk mendapatkan air pasokan tersebut.

Salah satu warga, Nur Lia menceritakan jika di rumahnya debit air telah mengecil sejak 3 hari yang lalu. Tidak mati total, namun kata dia air akan mati saat di pagi hari pukul 05.30, dan baru menyala sedikit besar saat habis maghrib.

"Pagi mati sekitar setengah 6 jam 6 itu, di rumah saya ya. Paling nyala lagi habis maghrib, pokoknya malam itu mesti nyala sejak tiga hari lalu itu, cuma mulai tadi malam debitnya kecil, jadi ga bisa naik tandon," ungkapnya.

Belum diketahui penyebab dari matinya saluran air PDAM di wilayah tersebut. Yang pasti, wanita yang akrab disapa Lia ini mengaku jika kondisi air yang seperti itu cukup mengganggu aktivitasnya, salah satunya tidak bisa mencuci baju.

"Kemarin-kemarin itu ya lancar, cuma nggak tahu ini kok tiba-tiba begini. Satu RW 09 ini terdampak semua. Saya punya anak yang masih kecil juga, baju sering kotor. Jadi terganggu ya, karena nggak bisa nyuci," imbuhnya.

Mahmud Assani, warga lainnya mengalami hal berbeda. Pasalnya keadaan mati air sudah terjadi sejak 5 harian ke belakang. Debit air mengalir sangat kecil, dan paling parah terjadi semalam.

Ada kemungkinan kata dia, di salah satu area Jalan Kembar di wilayah Perumahan Joyogrand itu ada kebocoran pecah pipa. Sehingga air meluap dan menyebabkan debit air bersih yang digunakan warga mengecil.

"Kayaknya sih itu di Jl kembar ada yang bocor, pecah pipanya. Sedikit sekali mengalirnya, apalagi semalam sejak pukul 02.00 dini hari itu debitnya kecil. Mengganggu banget ya ini, waktu masak agak payah," jelasnya.

Dari informasi yang didapat MalangTIMES, mobil tangki PDAM Kota Malang sejak pagi tadi hingga pukul 13.00 siang ini sudah 3 kali bolak balik untuk memberikan pasokan air ke warga RW 09 di Perumahan Joyogrand tersebut.