Bupati Malang Sanusi (kiri berkopiah hitam) bersama rombongan saat meninjau lokasi bencana di Desa Sumberejo, Gedangan, Kamis (14/11) (Ist)
Bupati Malang Sanusi (kiri berkopiah hitam) bersama rombongan saat meninjau lokasi bencana di Desa Sumberejo, Gedangan, Kamis (14/11) (Ist)

MALANGTIMES - Musim hujan mulai turun di beberapa wilayah Kabupaten Malang. Sayangnya di peralihan musim ini, angin kencang pun menyertainya. Sehingga menimbulkan beberapa dampak secara langsung kepada masyarakat, yaitu rusaknya beberapa rumah yang terkena hujan dan angin kencang.

Hal ini terjadi di Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, yang terdampak oleh hujan deras dan angin kencang, Rabu (14/11/2019) kemarin. Serta mengakibatkan delapan rumah warga rusak, dengan rincian satu rumah rusak berat dan sisanya rusak ringan.

Kerugian pun menimpa para pemilik rumah yang terkena bencana itu. Misalnya, Sardi yang rumahnya termasuk rusak berat dikarenakan tertimpa pohon sengon yang menyebabkan kerugian sekitar Rp 10 juta. Sedangkan rumah warga lainnya milik Siswandi, Musahar, Miskat, Saleh, Musa, Samsul Arifin dan Hari, hanya rusak bagian atapnya saja.

Peristiwa di pergantian musim itu yang membuat Bupati Malang Sanusi pun meluncur ke lokasi untuk melihat dampak kerusakan yang menimpa 8 warga di Desa Sumberejo. Tentunya, dengan membawa berbagai bantuan untuk meringankan beban warga. Baik berupa sembako maupun uang tunai bagi warga terdampak dengan nilai sekitar Rp 15 juta.

"Saya ke sana untuk meninjau kondisi warga yang terdampak bencana. Sekaligus memberikan bantuan kepada mereka untuk meringankan bebannya," kata Sanusi, Kamis (14/11/2019).

Bantuan sembako dan uang tunai yang dibagikan Sanusi berasal dari dana yang dihimpun di Pendopo Kabupaten Malang sebelum meninjau lokasi. "Dana tadi kita himpun di pendopo dan terkumpul Rp 7,5 juta. Terus dari bagian Kesra Rp 7,5 juta. Sedangkan sembako dari Dinsos, BPBD, PMI dan Baznas," ujarnya.

"Bukan persoalan bantuan yang terpenting, tapi wujud kepedulian kita sebagai pemerintah dan elemen masyarakat lainnya untuk bergerak dalam membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah," imbuhnya.

Terpisah, Bambang Istiawan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, menyampaikan, bahwa pihaknya telah mendapat instruksi untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam di wilayah Kabupaten Malang, di pergantian musim kemarau ke musim hujan ini.

"Kita telah mendapat instruksi dari Pak Bupati untuk itu. Kita tentu akan laksanakan terkait antisipasi bencana alam ini. Berbagai tindakan antisipasi juga telah kita laksanakan, misalnya dengan adanya pos lapang," ujar mantan Kasatpol PP Kabupaten Malang ini.

Walau memang tak bisa memprediksi akan datangnya bencana alam, seperti yang terjadi di Desa Sumberejo, Bambang menegaskan, pihaknya telah memiliki berbagai program untuk melakukan antisipasi dini. Baik melalui pos lapang maupun berbagai sosialisasi dan pola mitigasi bencana alam di berbagai desa di Kabupaten Malang.

"Jadi warga memiliki kewaspadaan saat menghadapi bencana. Sehingga tak ada korban jiwa dari adanya bencana alam. Kalau kerusakan material memang tak bisa dihindari tapi bisa diminimalisir dengan kemampuan siaga bencana ini," urainya.