Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono memberikan bantuan kepada pelajar difabel atas prestasinya dalam job fair 2019 (Nana)
Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono memberikan bantuan kepada pelajar difabel atas prestasinya dalam job fair 2019 (Nana)

MALANGTIMES - Forum mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan dalam acara Millineal Job Fair 2019 yang dilaksanakan sejak hari ini sampai Kamis (14 November 2019) besok, diharapkan bisa memberikan perhatian serius kepada para pelamar disabilitas.

Baca Juga : Dana Perjalanan Dinas Dialihkan, Mampu Penuhi Sembako 525 Ribu KK di Kabupaten Malang

Millineal Job Fair ini melibatkan 80 perusahaan dengan komposisi 60 perusahaan dari Malang Raya dan 20 lainnya dari luar daerah. 

Harapan adanya perhatian serius bagi para pelamar Disabilitas ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono, setelah meresmikan acara tahunannya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang.

"Harapan besar saya di acara ini juga perusahaan-perusahaan atau instansi bisa menyerap tenaga kerja dari pelamar difabel. Mereka pun membutuhkan tempat untuk berkarya dan bisa produktif dalam hidupnya," kata Didik, Rabu (13/11/2019).

Para penyandang disabilitas pun, lanjutnya, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan layak. Apalagi pemerintah pusat pun kini gencar juga mendorong perusahaan atau instansi untuk bisa juga menyerap tenaga mereka. Bahkan secara khusus memayungi penyandang disabilitas untuk dapat bekerja di perusahaan dan instansi dengan regulasi berupa Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas.

Dimana dinyatakan, "perusahaan swasta wajib memperkerjakan para penyandang difabel dengan kuota minimal satu persen dari total karyawannya. Sedangkan instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Perusahaan Umum Milik Daerah (BUMD) diminta untuk memenuhi kuota difabel sebesar dua persen serta pemberian insentif bagi perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas."

"Melalui regulasi itulah saya berharap banyak agar para difabel ini bisa terserap di perusahaan atau instansi yang sekarang ikut dalam job fair ini. Mereka juga sama dengan kita," tegas Didik Budi.
Seperti diketahui penyandang disabilitas di Kabupaten Malang, yang tercatat sebanyak 7.686 orang di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang pada tahun 2017 lalu. Jumlah itu dimungkinkan bisa lebih banyak lagi bila melihat sisi psikologis para difabel maupun keluarganya yang tak ingin diketahui khalayak ramai.
Hal ini terlihat di tahun yang sama, jumlah penyandang disabilitas menurut Dinas Sosial Kabupaten Malang mencapai 11.997 orang. Berbeda cukup banyak dengan data BPS yang mencatat 7.686 jiwa.Lepas dari itu, Didik Budi, juga secara tak langsung menagih "janji" perusahaan-perusahaan yang pernah berkomitmen untuk ikut serta dalam memberikan kesempatan kerja kepada para difabel, di awal tahun 2019.

Baca Juga : Ahmad Riza Patria Resmi Dilantik Wakil Gubernur Jakarta, Kerja Mulai Besok

Dimana, saat itu terdapat sekitar 35 perusahaan yang berkomitmen bersama Disnaker Kabupaten Malang untuk memberikan peluang kerja kepada para difabel.
"Hasil koordinasi kita dengan para pimpinan perusahaan bermuara ke sana. 35 perusahaan menyiapkan lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas supaya dapat mendapat kesempatan bekerja pada perusahaan tersebut," ujar Yoyok Wardoyo Kepala Disnaker Kabupaten Malang, waktu itu.

Harapan besar penyandang disabilitas khususnya di Kabupaten Malang terserap di lapangan pekerjaan, sebagai wujud dari pemerintahan daerah untuk merangkul dan memberikan ruang bagi mereka berkarya dan produktif. 
"Jangan tinggalkan mereka karena kondisi fisiknya. Selain amanah regulasi untuk mempekerjakan mereka sesuai kemahirannya juga ini upaya terus menerus untuk memanusiakan manusia. Karena mereka sama dengan kita, dan saudara kita," tegas Didik Budi.
Mantan Inspektur Kabupaten Malang ini juga menyampaikan, Pemkab Malang pun terus berupaya untuk hal itu. Dimana, para penyandang disabilitas diberi berbagai pengembangan diri melalui berbagai pelatihan yang dilakukan oleh OPD terkait.
"Di Disnaker sendiri sudah ada pegawai yang difabel dan dipekerjakan. Maka sekali lagi saya harap di acara ini juga perusahaan atau instansi bisa juga menyerap mereka," pungkas Didik Budi.