Bupati Malang Sanusi berupaya beri bantuan pengadaan sumur bor di 50-60 desa (Nana)
Bupati Malang Sanusi berupaya beri bantuan pengadaan sumur bor di 50-60 desa (Nana)

MALANGTIMES - Kabupaten Malang merupakan wilayah kekeringan setiap tahunnya. Walau setiap tahun, wilayah kekeringan terus menyusut di berbagai kecamatan, bukan berarti wilayah eks kerajaan Singosari ini bebas kekeringan di musim kemarau panjang.

Sampai Oktober 2019, sebanyak 12 desa di Kabupaten Malang dinyatakan mengalami bencana alam kekeringan pada musim kemarau ini. Yakni, Desa Sumberagung, Desa Kedung Banteng, Desa Klepu, Desa Sumberejo, Desa Pagak, Desa Sumberoto, Desa Karangkates, Desa Jabung, Desa Kemiri, Desa Druju, Desa Sekarbanyu dan Desa Putukrejo.

Kondisi inilah yang membuat Pemkab Malang berupaya untuk terus meminimalisir efek kekeringan berupa menyusut dan menghilangnya air bersih. Dengan cara melakukan berbagai koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna menambah akses air bersih. Yakni, meminta bantuan untuk pengadaan sumur bor.

"Kita terus mengupayakan hal itu. Dimana, kita carikan untuk sumur bor bagi sekitar 50 sampai 60 desa," ucap Sanusi Bupati Malang saat disinggung terkait penyelesaian kekeringan yang setiap tahun melanda di wilayah Kabupaten Malang.

Upaya untuk pengadaan sumur bor di berbagai wilayah langganan kekeringan ini ditujukan untuk kepentingan jangka panjang. Sehingga, diproyeksikan bila pengadaan sumur bor terealisasi akan semakin meminimalisir wilayah kekeringan di wilayahnya.

"Sumur bor bisa jadi alternatif jangka panjang untuk bencana kekeringan. Jadi kita tentunya akan berusaha keras untuk itu," ujarnya.
Harapan dan upaya Sanusi terkait rencana pengadaan sumur bor di 50-60 desa, dipicu dengan perhatian besar pemerintah pusat terkait hal itu. Dimana, sampai saat ini sudah ada bantuan pemerintah pusat sebanyak 8 unit sumur bor yang diserahkan kepada Pemkab Malang.

Sanusi juga menegaskan, dalam upaya Pemkab Malang menyediakan sumur bor kepada masyarakat, pihaknya tetap melakukan berbagai tindakan dengan melakukan berbagai distribusi air bersih sampai saat ini.

Dimana, selain Perumda Tirta Kanjuruhan yang terus melakukan distribusi air bersih ke desa-desa terdampak kemarau. Ada juga BPBD, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, PMI serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

"Seluruh OPD terkait terus bahu membahu untuk membantu masyarakat terkait air bersih. Sampai pada nantinya upaya kita untuk pengadaan sumur bor bisa terealisasi," ucap Sanusi.

Terpisah, Direktur Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi menyampaikan, bahwa pihaknya selain melakukan droping air bersih juga terus menyisir berbagai sumber air yang bisa dikelola dalam mengatasi bencana kekeringan selama ini.

"Distribusi air bersih merupakan penanganan sementara yang kita lakukan. Sumur bor memang menjadi pilihan efektif yang bisa menyelesaikan persoalan kekeringan ini," ujarnya.

Syamsul Hadi juga menyampaikan untuk mewujudkan wilayah bebas kekeringan di musim kemarau, pihaknya terus mengawal adanya 6 ribu sambungan rumah (SR) baru bagi masyarakat. 
"SR juga bisa menjadi alternatif solusi dalam menghadapi persoalan tahunan kekeringan di beberapa wilayah desa di Kabupaten Malang," pungkasnya.