Tersangka Rendi Dwi Tamrinda beserta barang bukti pencurian saat dimintai keterangan oleh polisi (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)
Tersangka Rendi Dwi Tamrinda beserta barang bukti pencurian saat dimintai keterangan oleh polisi (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tersangka kasus pencurian yang sempat terekam CCTV (Closed Circuit Television), dan video rekamannya viral di media sosial (medsos), ternyata sudah sering melancarkan aksi pencurian.

Hal ini disampaikan langsung oleh tersangka Rendi Dwi Tamrinda, saat dimintai keterangan oleh penyidik. Dihadapan petugas, warga asli Jalan Bandulan Baru, Kelurahan/Kecamatan Sukun, Kota Malang ini, mengaku sudah lima kali melancarkan aksi pencurian,  hingga akhirnya dirinya diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Singosari, Senin (11/11/2019) malam. ”Kelima aksi pencurian itu, terjadi selama satu bulan ini,” kata Rendi saat dimintai keterangan penyidik, Selasa (12/11/2019).

Seperti yang sudah diberitakan, tersangka Rendi ditangkap polisi pada Senin (11/11/2019) malam. Pria 22 tahun itu, diringkus petugas ditempat persembunyiannya yang ada di wilayah Kecamatan Singosari.

Terungkapnya kasus ini, bermula dari laporan korban dan viralnya aksi pencurian yang terekam CCTV tersebut ke medsos. Korbannya adalah Kinanah (43), warga Dusun Bodean Putuk, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Beberapa jam setelah mendapat laporan dari pemilik swalayan, polisi akhirnya behasil mengamankan tersangka setelah mendalami laporan dari warganet akan kebradaan pelaku pencurian yang terekam kamera pengintai tersebut.

”Sebelum beraksi di Singosari, saya sudah pernah melancarkan 4 kali aksi pencurian di wilayah Kota Malang,” terang pria yang tubuhnya dipenuhi dengan tato ini.

Dirinya menjelaskan, jika tempat yang dijadikan sasaran pencurian adalah rumah warga dan beberapa toko swalayan. Hasilnya, pelaku berhasil mengasak uang, perhiasan, dan beberapa barang berharga milik korbannya. ”Saya melancarkan aksi pencurian sendirian,” sambung Rendi.

Seorang bapak yang dikaruniai dua orang anak ini mengaku, sebelum melancarkan aksi pencurian beberapa hari sebelumnya Rendi sudah mendatangi lokasi yang hendak dijadikan sasaran. Dengan mengendarai sepeda motor beat nopol N-6275-DT miliknya, pelaku mendatangi lokasi dan bahkan menyamar sebagai seorang pembeli.

Hal itu dilakukannya demi memetakan situasi dan kondisi korban yang hendak dijadikan sasaran pencurian. Modus semacam ini juga dilakukannya saat melancarkan aksinya di swalayan milik Kinanah yang berlokasi di Kecamatan Songosari.

Setelah melakukan survei, beberapa hari berselang tepatnya pada Senin (11/11/2019) pagi. Pelaku kembali ke swalayan milik korban, dengan maksud melancarkan aksi pencurian. ”Saya terpaksa mencuri, karena terdesak kebutuhan ekonomi,” terang Rendi.

Pria yang berusia lebih dari kepala dua ini mengaku, jika dari hasil melancarkan aksi pencurian di swalayan milik Kinanah. Dirinya berhasil mengasak uang tunai senilai Rp 7 juta. Uang itu didapatkannya dari laci penyimpanan uang yang ada di meja kasir.

”Uang hasil curian digunakan untuk membayar utang dan beberapa kebutuhan rumah tangga. Dari Rp 7 juta, hanya tersisa Rp 4,5 juta. Uangnya untuk bayar cicilan motor, listrik, dan air PDAM,” ujar tersangka Rendi.

Akibat perbuatannya itulah, polisi mengganjar tersangka dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat).